Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Zionis Yahudi melancarkan 300 serangan udara di Jalur Gaza

Written By Unknown on Selasa, 20 November 2012 | 06.15

300 serangan udara menghantam Jalur Gaza dalam satu hari saja, Sabtu (17/11/2012), militer Israel mengkonfirmasi, dikutip The Sate.

Serangan udara yang dilancarkan pasukan Zionis Yahudi itu telah meluluhlantahkan puluhan bangunan di Gaza dan memakan korban jiwa serta melukai sejumlah besar warga Palesitina.

Israel melakukan setidaknya 300 serangan udara pada Sabtu, kata militer Israel, dan memperluas jangkauan targetnya.

Salah satu target yang dihantam rudal Zionis adalah gedung milik Perdana Menteri Gaza Ismail Haniyah, menyebabkan seluruh bangunan hancur. Namun Haniyah sedang tidak ada di tempat pada saat itu.

Militer Israel mengklaim bahwa kemarin 160 roket telah ditembakkan ke Israel dari Gaza.

Militer Zionis menargetkan markas Haniyah dan kamp kepolisian, ketika para pemimpin dair Mesir, Qatar dan Turki bertemu di Kairo untuk membicarakan gencatan senjata.

Sementara itu Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Barack Obama juga sedang berkomunikasi dengan para pemimpin Mesir dan Turki, tetapi AS tetap menegaskan dukungannya terhadap Israel sejauh ini.

Lebih dari 40 warga Palestina telah gugur dan hampir 400 lainnya menderita luka-luka akibat serangan-serangan udara Zionis sejak Rabu (14/11).

Di sisi lain, Mujahidin terus berusaha membalas serangan-serangan Zionis dengan menembakkan roket-roket ke wilayah yang dikuasai Israel.

Akibat serangan pasukan Zionis Yahudi di Gaza

Pasukan Zionis Yahudi terus melancarkan serangan-serangan ke seluruh Jalur Gaza, melalui udara dan laut, dan ribuan pasukan darat telah dikerahkan ke Gaza untuk perluasan invasi militer. Pada hari Sabtu (17/11/2012) saja, 300 serangan udara menghantam Gaza, menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar dan menyebabkan kerusakan parah pada gedung-gedung pemerintah Gaza serta rumah-rumah penduduk Muslim.

Laporan sementara mengatakan bahwa kemarin tercatat sekitar 48 warga Palestina telah meninggal dan lebih dari 400 menderita luka-luka. Laporan jumlah korban ini masih simpang siur mengingat banyaknya korban luka yang kritis dan menyerah pada luka mereka (meningggal) sehingga jumlah korban terus meningkat, dan selain itu serangan-serangan Zionis masih berlangsung.

Sebagian korban adalah anak-anak tak berdosa dan para wanita serta orang-orang tua. Bahkan bayi yang berumur 10 tahun dan bayi yang masih dalam kandungan turut menjadi korban.

Israel telah mengancam akan memperluas serangannya ke Gaza, hingga para pejuang Palestina berhenti dari menembakkan roket ke wilayah kekuasaan Israel. Israel mengklaim bahwa agresinya adalah bentuk "pilar pertahanan" negara, padahal orang-orang yang waras di seluruh dunia tahu bahwa pasukan Zionis lah yang selalu memulai perang. Sementara perlawanan rakyat Gaza adalah bentuk pertahanan diri yang sebenarnya.

Dalam sebuah laporan yang beredar di Twitter mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa sebuah "kejutan" akan dikirim ke rakyat Gaza.

"#Breaking : Netanyahu says a surprise will be sent to the people of#Gaza at 8:00 PM.." lansir Gaza Youth Break Out ‏@GazaYBO, Sabtu (17/11).

Di sisi lain, para Mujahidin di Gaza dan sekitarnya terus berusaha membalas pasukan Zionis Yahudi, dengan pertolongan Allah roket-roket Mujahidin telah mengenai target Yahudi dan bahkan pesawat tempur mereka.

Jihad adalah satu-satunya solusi untuk Palestina, demikian juga bagi kaum Muslimin di negara lainnya yang sedang diperangi oleh orang-orang kafir.

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah"." (Qs. Al-Hajj [22): 39-40)

Palestina Menangis, Gaza Meronta,Zionis Yahudi tertawa


Sudah… aku sudah rapuh... tubuhku meronta, tulangku meminta keluar dari jasadku. Jiwaku tertahan. Debu mulai menempel di pipi berminyakku... nafas tersengal nampak hendak memukul hatiku.

Tulangku meronta sekali lagi, ia meminta keluar dari tubuhku… debu-debu mulai lagi menempel dengan keras di pipiku... aku masih diam di sini. Masih berdiam. Dan diam. Aku tak bisa ke sana, aku tak bisa berbuat sekongkrit mereka... berjuang ke tanah Palestina...

Tulangku mengoyak-ngoyak jasadku, lebih keras... sakit sekali... debu mengingatkan padaku, ”Kaukah saudara muslimnya? tak pantas…!”. Allahuakbar, apakah aku pantas disebut saudara mereka..? Apakah pantas..? sebagai saudara mereka yang ada di sana, saudaraku yang sedang dibantai... nun jauh di Palestina, di jalur GAZA..



GAZA TERLUKA. PALESTINA BERDUKA. APAKAH KITA BENAR-BENAR SAUDARA MUSLIM MEREKA?
______________________________________________________________________________


KEMANA KAKAK-KAKAK MUSLIM KAMI???
KEMANA SAUDARA MUSLIMKU??? KEMANAKAH???
KEPALA ADIK BERDARAH KAK….
KEPALAKU SAKIT SEKALI KAK…
TOLONGLAH AKU KAK…TOLONGLAH AKU KAK…
__________________________________________________________________________


Ketika aku kecil... aku telah bermain dengan tank itu... Yang setiap saat dapat membunuhku…
__________________________________________________________________________

__________________________________________________________________________


Ketika aku kecil… permainanku adalah dengan senjata nyata… senjata yang tak ragu-ragu untuk langsung membunuhku…
__________________________________________________________________________


Saudara-saudaraku telah dibunuh… Tank itu ku lawan dengan batu… aku heran melihat saudaraku yang beradu batu dan senjata sesama saudara muslimnya. Apakah mereka berani untuk melawan tank-tank ini? Dimanakah Saudara muslimku???
__________________________________________________________________________


Kakak tersayangnya telah syahid kini… tak ada lagi hari bermain-main bersamanya... Adik kecil itu mungkin akan segera menjemput kakaknya…
__________________________________________________________________________


Matanya telah berbicara… Ketakutan yang sangat… Masa kecil yang tak terpikirkan
__________________________________________________________________________


Ia tak bisa kembali ke rumahnya… Rumahnya telah menjadi puing… Tidur dimanakah ia malam ini?
__________________________________________________________________________


Bayi tak berdosa pun menjadi korban… Apakah mungkin adik kita berikutnya yang menjadi korban? Wallahualam…
__________________________________________________________________________


Bermandikan darah sejak kecil… Kuatkah kau jika begini? Masih membuat lelucon kah kau?
__________________________________________________________________________


__________________________________________________________________________


__________________________________________________________________________


__________________________________________________________________________


__________________________________________________________________________


“Ibu… jangan menangis wahai ibuku tersayang… Aku telah syahid ibu… Jangan menangis lagi ibu… “
__________________________________________________________________________


“Rumahku dimana?”….”Ibu... Ibu dimana?”...”Ayah... Ayah dimana?”…
__________________________________________________________________________


Ya Allah… kuatkan hari-hari ke depan anak kecil itu... karena ia akan segera masuk ke penjara tanpa pengadilan... dengan siksaan yang tak terpikirkan…
__________________________________________________________________________


Ia baru hidup di dunia sebentar… dengan cepatnya meninggal dengan kesan yang menghujam hati... namun ia telah syahid… seorang bayi kecil telah syahid dengan tubuhnya yang terkoyak-koyak…
__________________________________________________________________________







__________________________________________________________________________


Ya Allah… aku sudah tidak kuat lagi untuk berkomentar…
Hanya tetesan mataku yang sekarang mengalir di lekukan hidungku, melewati pipiku…
inikah perih yang dirasakan mereka? Apakah Aku, Ibuku, Ayahku, Adik-adikku akan seperti ini juga nantinya..?
Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami di Palestina...
Ya Allah… Ya Allah… Hancurkanlah Zionis Israel dan Sekutunya Ya Allah, kami yakin dengan janji-janjiMu…
Ya Allah… diriku selama ini telah banyak berbuat dosa... Ampuni kami Ya Allah... Bukalah hati kami Ya Allah... untuk merasakan apa yang diderita saudara kami di Palestina Ya Allah...

Semoga keprihatinan, rasa sedih, rasa haru, rasa tangis, rasa marah, rasa geram, dan rasa kepedulian kita akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa kita pernah peduli dengan saudara kita di Palestina… menjadi saksi untuk meringankan keadaan kita di Yaumil Akhir kelak…

Selamatkan kami semua Ya Allah..Selamatkan saudara-saudara kami…Selamatkan Ya Allah..
__________________________________________________________________________


__________________________________________________________________________


Adik-adikku… bersabarlah... kami kakak-kakakmu di sini akan membantu semampu kami… adik-adikku di belahan bumi para Anbiya... yang tegar ya… Semoga kita bisa bertemu di Surga-Nya kelak…

"We will not go down..."


Sign The Petition: http://www.change.org/petisi/world-leaders-please-make-policies-and-actions-to-stop-israel-attack-to-gaza-forever
Foto terbaru keadaan di Gaza: http://arrahmah.com/read/2012/11/18/24810-foto-foto-akibat-serangan-pasukan-zionis-yahudi-di-gaza-november-2012.html#

Donasikan untuk Palestina! BSM - 701.836.2133 | BCA - 760.032.5099 // a.n Komnas u Rakyat Palestina

Jika kamu aktif di social media, agar gerakan dukungan untuk Gaza-Palestina makin meluas dan dapat didengar oleh pemimpin-pemimpin di negara kita dan dunia, ayo kompakan gunakan hashtag ini ya  --> #PrayForGaza #GazaUnderAttack . Lakukan apa yang kita bisa walau hanya sekedar share, tweet, RT, ataupun memberi hashtag! #PrayForGaza #GazaUnderAttack

Rapat Pertama BPUPKI, 1 Juni 1945 Diperingati Sebagai Hari Lahir Pancasila

Sebagai upaya mendapatkan dukungan bangsa Indonesia serta membuktikan janjinya bahwa Jepang datang ke Indonesia untuk membantu proses kemerdekaan Indonesia, maka pada tanggal 29 April 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito, pemerintah pendudukan balatentara Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau (Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakai atau dilafalkan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai). BPUPKI beranggotakan 63 orang yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Hibangase Yosio (orang Jepang) dan R.P. Soeroso.


Di luar anggota BPUPKI, dibentuk sebuah Badan Tata Usaha (semacam sekretariat) yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini dipimpin oleh R.P.Soeroso, dengan wakil Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda (orang Jepang).


Rapat Pertama


Rapat pertama diadakan di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada zaman Belanda, gedung tersebut merupakan gedung Volksraad, lembaga DPR pada zaman kolonial Belanda.
Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara. Pada rapat pertama ini terdapat 3 orang yang mengajukan pendapatnya tentang dasar negara.


Pada tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muhammad Yamin dalam pidato singkatnya mengemukakan lima asas yaitu:
  1. peri kebangsaan
  2. peri ke Tuhanan
  3. kesejahteraan rakya
  4. peri kemanusiaan
  5. peri kerakyatan
 Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo mengusulkan lima asas yaitu
  1.  persatu
  2. mufakat dan demokrasi
  3. keadilan sosial
  4. kekeluargaan
  5. musyawarah
 Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan lima asas pula yang disebut Pancasila yaitu:
  1.  kebangsaan Indonesia
  2. internasionalisme dan peri kemanusiaan
  3. mufakat atau demokrasi
  4. kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang Maha Esa
Kelima asas dari Soekarno disebut Pancasila yang menurut beliau bilamana diperlukan dapat diperas menjadi Trisila atau Tiga Sila yaitu:
  1. Sosionasionalisme
  2. Sosiodemokrasi
  3. Ketuhanan yang berkebudayaan
Bahkan masih menurut Soekarno, Trisila tersebut di atas bila diperas kembali disebutnya sebagai Ekasila yaitu merupakan sila gotong royong merupakan upaya Soekarno dalam menjelaskan bahwa konsep tersebut adalah dalam satu-kesatuan. Selanjutnya lima asas tersebut kini dikenal dengan istilah Pancasila, namun konsep bersikaf kesatuan tersebut pada akhirnya disetujui dengan urutan serta redaksi yang sedikit berbeda. Sementara itu, perdebatan terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai penerapan aturan Islam dalam Indonesia yang baru.


Masa antara Rapat Pertama dan Kedua


Sampai akhir rapat pertama, masih belum ditemukan kesepakatan untuk perumusan dasar negara, sehingga akhirnya dibentuklah panitia kecil untuk menggodok berbagai masukan. Panitia kecil beranggotakan 9 orang dan dikenal pula sebagai Panitia Sembilan dengan susunan sebagai berikut:
  1. Ir. Soekarno (ketua)
  2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
  3. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
  4. Mr. Muhammad Yamin (anggota)
  5. KH. Wachid Hasyim (anggota)
  6. Abdul Kahar Muzakir (anggota)
  7. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)
  8. H. Agus Salim (anggota)
  9. Mr. A.A. Maramis (anggota)
Setelah melakukan kompromi antara 4 orang dari kaum kebangsaan (nasionalis) dan 4 orang dari pihak Islam, tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan kembali bertemu dan menghasilkan rumusan dasar negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisikan:
  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rapat Kedua


Rapat kedua berlangsung 10-17 Juli 1945 dengan tema bahasan bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan dan pengajaran. Dalam rapat ini dibentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar beranggotakan 19 orang dengan ketua Ir. Soekarno, Panitia Pembelaan Tanah Air dengan ketua Abikoesno Tjokrosoejoso dan Panitia Ekonomi dan Keuangan diketuai Mohamad Hatta.
Dengan pemungutan suara, akhirnya ditentukan wilayah Indonesia merdeka yakni wilayah Hindia Belanda dahulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara, Papua, Timor-Portugis, dan pulau-pulau sekitarnya.
Pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang UUD membentuk lagi panitia kecil beranggotakan 7 orang yaitu:
  1. Prof. Dr. Mr. Soepomo (ketua merangkap anggota)
  2. Mr. Wongsonegoro
  3. Mr. Achmad Soebardjo
  4. Mr. A.A. Maramis
  5. Mr. R.P. Singgih
  6. H. Agus Salim
  7. Dr. Soekiman
Pada tanggal 13 Juli 1945 Panitia Perancang UUD mengadakan sidang untuk membahas hasil kerja panitia kecil perancang UUD tersebut.
Pada tanggal 14 Juli 1945, rapat pleno BPUPKI menerima laporan Panitia Perancang UUD yang dibacakan oleh Ir. Soekarno. Dalam laporan tersebut tercantum tiga masalah pokok yaitu: a. pernyataan Indonesia merdeka b. pembukaan UUD c. batang tubuh UUD
Konsep proklamasi kemerdekaan rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama Piagam Jakarta. Sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat Piagam Jakarta.


Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jepang membubarkan BPUPKI dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau (Jepang: Dokuritsu Junbi Inkai) dengan anggota berjumlah 21 orang sebagai upaya pencerminan perwakilan etnis, terdiri berasal dari 12 orang dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara, 1 orang dari maluku, 1 orang dari Tionghoa.

Prabu Kian santang adalah Tokoh tasawuf dari tanah pasundan

Written By Unknown on Kamis, 08 November 2012 | 20.56


Prabu Kian santang adalah Tokoh tasawuf dari tanah pasundan yang ceritanya melogenda khususnya di hati masarakat pasundan dan kaum tasawuf ditanah air pada umumnya.

Tokoh kian-santang ini pertama kali berhembus dan dikisahkan oleh raden CAKRABUANA atau pangeran walangsungsang ketika menyebarkan islam di tanah cirbon dan pasundan.pangeran cakrabuana adalah anak dari prabu sili-wangi atau jaya dewata raja pajajaran, yang dilahirkan dari permisuri ketiga yang bernama nyi subang larang, subang-larang sendiri murid dari mubaliq kondang yaitu syeh maulana-hasanudin atau terkenal dengan syeh kuro krawang.

Mulanya yaitu ,Ketika raden walangsungsang memilih untuk pergi meninggalkan galuh pakuan atau pajajaran ,yang di sbeapkan oleh keberbedaan haluan dengan keyakinan ayahnya yang memeluk agama “shangyang”, pada waktu itu. diriwayatkan beliau berkelana mensyi’arkan islam bersama adiknya yaitu rara santang (ibu dari syarif hidayatullah atau “sunan gunung jati”)dengan membuka perkampungan di pesisir utara yang menjadi cikal-bakal kerajaan caruban atau kasunanan cirebon yang sekarang adalah “kota madya cirebon”

Logenda kian-santang sendiri diambil dari sebuah kisah nyata, dari tanah pasundan tempo dulu yang ceritanya pada waktu itu tersimpan rapi berbentuk buku di perpustakaan kerajaan pajajaran.

Karena pajajaran adalah hasil penyatuan dua kerajaan antara galuh dan kerajaan sunda pura yang dimana kerajaan galuh dan sundapura adalah dua kerajaan pecahan dari taruma negara, yang di masa prabu PURNA-WARMAN yaitu raja ketiga dari kerajaan taruma negara yang di pecah menjadi dua yaitu tarumanegara yang berganti sundapura dan ibukota lama menjadi galuh pakuan. Dan jaya dewata menyatukan kembali dua pecahan kerajaan taruma negara menjadi pajajaran.

Di mana di kisahkan pada waktu itu yaitu abad ke 4m atau tahun 450m pernah terdapat putra mahkota yang sakti mandraguna bernama GAGAK LUMAYUNG yang dalam ceritanya “di tataran suda dan sekitarnya ,tak ada yang mampu mengalahkan ilmu kesaktiannya. hingga suatu saat datang pasukan dari dinasti TANG yang hendak menaklukkan kerajaan tarumanegara. namun berkat gagak lumayung ,pasukan TANG dapat di halau dan tunggang-langgang meninggalkan taruma negara.

semenjak itu raden gagak lumayung di beri sebutan ”KI AN SAN TANG” atau ”penakluk pasukan tang”
Di ceritakan sang kiansantang ini karena saking saktinya hingga dia rindu kepingin melihat darahnya sendiri
Hingga sampailah di suatu ketika sa’at dia mendapat wangsit di tapabratanya bahwah di tanah arab terdapat orang sakti mandraguna

Konon: dengan ajian napak sancangnya raden kian santang mampu mengarungi lautan dengan berkuda saja.
“Di mana dalam ceritanya ketika sampai di pesisir beliau bertemu seorang kakek ,dan padanya dia minta untuk di tunjukan di mana orang sakti yang kian santang maksud tersebut”.
Dan dengan senang hati si-kakek tersebut menyanggupinya dan sementara dia mengajak beliau “kiansantang” untuk mampir dulu ke rumahnya.

Al-kisah setelah sampai di rumahnya tongkat dari sang kakek tersebut tertinggal di pesisir dan minta kian santang untuk mengambilkanya ,konon dikisahkan si-kian santang tak mampu mencabutnya sampai tanganya berdarah-darah ,disitulah kian santang baru sadar kalau kakek itu adalah orang yang di carinya.

Dan akhirnya dengan membaca kalimah syahadat yang di ajarkan sang kakek tadi “yang akhirnya menjadi guru spiritualnya” tongkat tersebut dapat di cabut .dan siapakah kakek tersebut? ya dia adalah taklain dan tak bukan syaidina ali r.a menantu dari baginda nabi muhamad s.a.w.

Cerita tersebut membumi sekali sampai saat sekarang. Dan yang aneh, kebanyakan orang menduga kalau kian santang itu adalah raden walang sungsang. Padahal banyak sekali cerita yang sepadan dengan kisah raden walang sungsang tersebut. Yang sesungguhnya dialah yang mengisahkan justru dialah yang di kira pelaku (raden walang sungsang atau pangeran cakrabuana) sebagai tokoh yang diceritakan itu. Tujuannya adalah hanya sebagai media dakwah dan penyebaran islam di bumi cirbon dan sekitarnya.

Sehingga sampai sekarang banyak kalangan yang menyangka raden walangsungsang adalah kian santang bahkan ada yang menafikan kian santang adalah adik cakrabuana dan kakak dari rara santang.

Raden walangsungsang mengambil cerita ini dari perpustakaan kerajaan pajajaran dengan pertimbangan karena kisah itu mirip dengan kisahnya, Yang di mana kian santang setelah pulang dari arab dia ingin meng-islamkan ayahnya prabu purnawarman namun di tolaknya dan kian santang memilih meninggalkan istana
dan tahtanya di berikan adiknya yaitu darmayawarman

Begitu pula raden walang sungsang yang pernah merantau ke arab dan meningkahkan adiknya rara santang yang di ambil istri oleh putra kerajaan mesir waktu itu dan pernikahan berlangsum di mesir yang dari perkawinan inilah nanti akan lahirlah raden syarif hidayatullah atau sunan gunung jati.

Keinginan Walangsungsang untuk meng-islamkan prabu siliwangi ditolak mentah-mentah dan ayahnya tidak ingin bertarung dengan anaknya maka dia memilih mensucikan diri atau bertapa, konon beliau menjelma macan putih.

Pengambilan kisah penokohan dalam sebuah ceritra seperti ini sebenarnya pernah pula terjadi pada era sebelum raden walang sungsang yang tepatnya dilakukan oleh raja jaya-baya (raja islam pertama di tanah jawa) dari kerajaan panjalu atau kediri, di mana suaktu masih di pegang raja airlangga kerajaan tersebut bernama kerajaan KAHURIPAN dan karena kedua anaknya semua meminta tahta maka kahuripan di bagi dua yaitu panjalu dan jenggala. Sepanjang perkembangan dua kerajaan tersebut selalu bermusuhan dan pada masa kerajaan panjalu dirajai oleh jaya baya, panjalu mampu menaklukkan jenggala dan di satukan lagi antara jenggala dan panjalu.

Pada waktu panjalu menaklukkan jenggala rajanya jaya-baya meminta empu sedha dan empu panuluh untuk mengutip naskah dari india yang judulnya maha barata. namun di ferifikasi dengan gaya jawa. Sebagai perlambang atas kemenangan perang saudara panjalu atas jenggala. Yang akhirnya kitab tersebut di beri judul barata-yuda. Dan dalam kisah klasik jawa ini banyak kalangan masarakat yang mengira bahwa jaya baya adalah kelanjutan dari trah barata yaitu cicit dari parikesit putra abimanyu.

Juga kisah lainnya yang serupa pernah pula hadir kemasarakat yang tujuannya waktu itu sebagai media dakwah untuk melindungi rongrongan ajaran syariat terhadap kaum sufi.maka ketika bergerak menyebarkan islam WALI SONGO menurt banyak kalangan membuat cerita al-halaq fersi indonesia yaitu syeh siti jenar. Yang menurut doktor simon dari ugm berdasarkan temuannya karya-karya besar berupa naskah suluk dari sunan kali jaga dan lain sebagainya. Dapat di pastikan tokoh siti jenar adalah imajener hanya untuk media dakwah dan melindungi islam agar tetap pada ajaran ahlusunah wa jamaah.

Dan sampai saat ini pendapat itu masih simpang siur dan menjadi perdebatan dan polemik panjang oleh para ahli sejarah di tanah air.

Nama Ir.Soekarno memang dikenal harum di mata dunia

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam memainkan politik di dunia internasional, menjadi spirit baru bagi negara-negara Asia dan Afrika di masa lalu untuk merdeka. Kawan maupun lawan dibuat segan oleh pandangan-pandangannya. Akhasil, sederet pujian dan anugerah disematkan pada diri Sukarno ke dalam berbagai manifestasi. Berikut uniknya.com, himpun 5 diantaranya:
1. Mesjid Biru Soekarno di St. Petersburgh
Di negeri komunis Uni Soviet, nama Soekarno sangat dikenal. Bukan hanya dianggap sebagai teman dalam Perang Dingin melawan poros Barat, namun juga sebagai presiden muslim yang memberikan “berkah” sebagian muslim di negeri palu arit. Semua berawal ketika sang presiden pada tahun 1955 silam, berkunjung ke kota terbesar kedua di Russia ini. Kala itu, Soekarno sedang menikmati indahnya kota St. Petersburg yang didirikan oleh Peter the Great pada abad 17. Dari dalam mobil itu, Soekarno sekelebatan melihat sebuah bangunan yang unik dan tidak ada duanya, yang kelak diketahuinya sebagai Mesjid yang telah dijadikan sebuah gudang senjata.

Setelah dua hari menikmati keindahan kota St. Petersburg yang saat itu masih bernama Leningrad, Soekarno terbang ke Moskow untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi guna membahas masa depan kerja sama bilateral dan berbagai posisi kunci dalam Perang Dingin yang terus memuncak. Dalam pertemuan itulah Soekarno melontarkan kekecewaannya pada penguasa tirai besi Soviet Nikita Kruschev, perihal mesjid indah yang dilihatnya. Seminggu setelah kunjungan usai. Sebuah kabar gembira datang dari pusat kekuasaan, Kremlin di Moskow. Seorang petinggi pemerintah setempat mengabarkan bahwa satu-satunya masjid di Leningrad yang telah menjadi gudang pasca revolusi Bolshevic tersebut bisa dibuka lagi untuk beribadah umat Islam, tanpa persyaratan apapun. Sang penyampai pesan juga tidak memberikan alasan secuilpun mengapa itu semua bisa terjadi. Tetapi, umat muslim hingga saat ini sangat berterima kasih dan meyakini bahwa Soekarno orang dibalik semua ini. Maka tak heran jika muslim di St. Petersburg menjuluki mesjid ini dengan Mesjid Biru Sukarno.

2. Jalan Ahmad Soekarno di Mesir

Puncak harmonisnya hubungan RI – Mesir, terjadi ketika kedua negara ini dipimpin oleh Ir. Soekarno dari Indonesia dan Gammal Abdul Nasser dari Mesir. Untuk diketahui, Presiden Indonesia pertama dikenal di Mesir dengan nama Ahmad Soekarno. Penambahan nama Ahmad dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di Mesir untuk memperkuat nuansa keislaman sehingga menarik perhatian masyarakat Mesir bahwa Presiden Indonesia beragama Islam, seragam dengan nama Wakil Presiden yang diawali nama Mohammad, lengkapnya Mohammad Hatta. Keduanya (Ahmad dan Muhammad) merupakan nama-nama Islami.

Tercatat, enam kali Soekarno menggunjungi negeri firaun ini.Selain itu, persahabatannya dengan Nasser dan aktifitas keduanya sebagai pemrakarsa di Konferensi Asia-Afrika, membuat nama Presiden Soekarno begitu harum di mata pemerintah dan rakyat Mesir, sehingga namanya diabadikan sebagai nama jalan di Mesir. Letaknya bersebelahan dengan Jalan Sudan, Daerah Kit-Kat Agouza Geiza. Jalan ini bisa dicapai dari kawasan mahasiswa di al-Hay al-Asyir (Sektor 10) Madinat al-Nashr (Nasr City) dengan menaiki bus hijau nomor 109 dan 167.

3. Jalan Soekarno di Maroko

Jika di Jakarta ada jalan bernama Casablanca, sebuah kota terkenal di Maroko, maka di Maroko juga terdapat nama-nama jalan berbau Indonesia. Tak tanggung-tanggung nama presiden pertama Indonesia, Soekarno, ‘dicatut’ menjadi nama jalan di Ibokota Maroko, Rabat. Rupa-rupanya Maroko terkesan dengan sosok Soekarno. Nama jalan tersebut diresmikan sendiri oleh Bung Karno bersama Raja Muhammad V saat kunjungan beliau ke Maroko pada 2 Mei 1960. Nama jalannya waktu itu: ‘sharia Al-Rais Ahmed Sukarno’ yang sekarang terkenal dengan nama Rue Suokarno. Jalan ini berdekatan dengan kantor pos pusat Maroko.

Dipilihnya nama Soekarno, karena Soekarno adalah pencetus Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1955. Nama tersebut dipilih sebagai penghargaan terhadap Presiden Soekarno. Seperti diketahui, hasil KAA saat ini mulai dirasakan oleh negara-negara peserta, termasuk Maroko sendiri. Sebagai bentuk persahabatan dua bangsa, di Jakarta pun kita temui ruas jalan dengan nama Jalan Casablanca.

4. Jalan Soekarno di Pakistan
Pakistan begitu menghormati Bung Karno. Ada dua tempat di Pakistan yang dinamai dengan nama beliau yakni Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar, dan Soekarno Bazar, di Lahore. Penamaan Soekarno ini tidak lepas dari sepak terjang kedua negara. Pakistan sangat segan kepada sosok Bung Karno. Bahkan hingga kini kalangan militer Pakistan masih ingat jasa Bung Karno yang mengirim TNI AL berpatroli di laut selatan Pakistan saat konflik memanas antara Pakistan dan India di tahun 1965. Sebaliknya, pendiri Pakistan Quaid Azzam Ali Jinnah pernah meminta menahan seluruh pesawat Belanda yang singgah di Pakistan pada 1947, ketika Belanda ingin menyerang Indonesia.
5. Perangko Soekarno di Kuba
Tahun 2008 lalu, pemerintah Kuba menerbitkan perangko seri Bung Karno dengan Fidel Castro dan salah seorang pemimpin gerilya Kuba kelahiran Argentina, Che Guevara. Perangko bernilai historis dan patriotik itu,  diterbitkan untuk mengenang hubungan diplomatik kedua negara, sekaligus berkenaan dengan perayaan HUT ke-80 Fidel Castro.
Bung Karno mengunjungi Havana, Kuba, pada tanggal 9 hingga 14 Mei 1960. Ia menjadi kepala negara pemerintahan asing pertama yang mengunjungi Kuba setelah Revolusi 1959. Di bandara udara, Bung Karno yang dianggap ikut menginspirasi revolusi Kuba disambut oleh tokoh-tokoh penting Kuba selain Presiden Osvaldo Dorticos, Perdana Menteri Fidel Castro Ruz, dan Gubernur Bank Nasional Che Guevara juga Menteri Luar Negeri Dr. Raul Roa Garcia
Pemerintah Indonesia juga menghargai jasa prajurit Pakistan, yang ketika itu ikut rombongan sekutu. Rombongan ratusan prajurit Pakistan itu tadinya diperintahkan menyerang Indonesia ketika sekutu sampai di Surabaya November 1945. Namun mereka berontak dan memilih berperang di sisi Indonesia. Dari total 600 tentara Pakistan, sebanyak 500 orang gugur di Surabaya. Pada Agustus 1995, Indonesia memberikan medali Indenpendece War Awards kepada tentara Pakistan ini

Sistem Keuangan Islam Jadi Masa Depan Ekonomi Global

"Namun, sekarang sudah merambah negara-negara nonmuslim seperti Inggris, Singapura,Korea dan Jepang. Inilah yang menjadi peluang bagi sistem ekonomi dan keuangan Islam menjadi sistem perekonomian dunia di masa depan," kata Nawawi.
Yogyakarta, Aktual.co — Direktur Departemen Bank Islam Bank Indonesia Nawawi menuturkan ekonomi dan keuangan Islam diprediksi akan menjadi masa depan sistem perekonomian dunia. Pasalnya, sistem ekonomi dan keuangan Islam itu telah berkembang selama tiga dekade dan hingga kini sudah meluas ke berbagai negara di dunia.
Sistem ekonomi dan keuangan Islam dahulu hanya ditemukan di negara-negara muslim seperti Pakistan, Sudan, Indonesia, Malaysia dan negara-negara Timur tengah.
"Namun, sekarang sudah merambah negara-negara nonmuslim seperti Inggris, Singapura,Korea dan Jepang. Inilah yang menjadi peluang bagi sistem ekonomi dan keuangan Islam menjadi sistem perekonomian dunia di masa depan," kata Nawawi saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk 'Islamic Economics and Finance: Prospects and Challenges' di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (5/11).
Dalam acara yang dihadiri ekonom Malaysia dari International Islamic University Malaysia, Prof. Ahamed Kameel Mydin Meera dan Dr. Achmad Riawan Amin, Presiden Direktur Bank Jabar Banten Syariah itu juga disebutkan sistem ekonomi konvensional yang masih digunakan saat ini terbukti tidak efektif.
"Sistem konvensional telah gagal menunjukan strategi yang tepat. Ini terjadi karena adanya konflik antara sistem dan tujuan yang akan dicapai, dalam hal ini ekonomi Islam merupakan salah satu sistem ekonomi yang sangat mungkin untuk melakukan hal tersebut dan mencapai tujuan perekonomian dunia dengan sukses," jelasnya.
Nawawi pun memaparkan bahwa sistem ekonomi Islam membuat perekonomian negara tersebut bisa lebih stabil. Sebagai contoh adalah negara-negara Timur Tengah yang menggunakan sistem ekonomi dan keuangan Islam bisa terhindar dari krisis ekonomi. Seperti yang krisis ekonomi dan keuangan yang terjadi di beberapa Negara Asia pada tahun 1997-1998, krisis global tahun 2008-2009 dan juga krisis Eropa yang menunjukan kerapuhan dari sistem kapitalis.
"Disini lah mulai timbul kesadaran akan sistem ekonomi dan perbankkan Islam," paparnya.
Sementara itu, pengamat ekonomi Malaysia Ahamed Kameel mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah mulai sadar akan manfaat dari sistem ekonomi dan keuangan Islam.
"Kesadaran ini ditunjukkan dengan adanya sistem syariah dalam perbankan Indonesia, adanya bank syariah ini sangat membantu masyarakat dalam memilih antara bank konvensional ataupun bank syariah

Dahlan memenuhi panggilan BK DPR-RI dan tiba di gedung DPR

Ketua Badan Kehormatan DPR RI M. Prakosa menyebutkan, untuk pertama kali dalam sejarah seorang pejabat publik setingkat menteri membeberkan adanya persekongkolan oknum DPR dengan sejumlah BUMN.
"Ini baru pertama dalam sejarah. Oleh karena itu, kita ingin ungkap seluruhnya nama yang disebutkan Menteri BUMN ada 10 oknum DPR," kata Prakosa saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/11).
Sebagai catatan, Dahlan memenuhi panggilan BK DPR-RI dan tiba di gedung DPR di Jakarta, Senin, pukul 09.30 WIB, atau lebih awal dari yang dijadwalkan pukul 10.30 WIB. Kehadiran Dahlan ke DPR adalah untuk menjelaskan tindakan 10 oknum DPR yang pernah meminta upeti kepada BUMN.
Menurut Prakosa, BK DPR berkeinginan Dahlan memberikan dokumen atau data pendukung terkait dengan adanya 10 oknum DPR RI yang disebutkan itu. Dokumen atau data ini sebagai pendukung untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Kami akan tanyakan semuanya, apa informasi yang dia punyai. Ini jadi tugas BK apabila ada informasi awal mengenai adanya pelanggaran etika yang dilakukan oleh anggota dewan," tegasnya.
Ia menggarisbawahi bahwa penertiban anggota dewan yang melanggar etika merupakan tugas BK. Setelah mendapatkan informasi dari Dahlan, selanjutnya BK DPR akan menelusuri oknum-oknum DPR tersebut.
"Nanti untuk Pak Dahlan yang akan ditanyakan tentang pernyataan beliau mengenai 10 anggota dewan itu dan akan kita lihat penelusurannya. Kalau ada bukti-bukti awal yang mencukupi akan ditelusuri lagi," ucapnya.

Museum Sri Baduga Bedah Naskah Kuno Siliwangi

Museum Sri Baduga Bandung menggelar bedah naskah kuno terkait Prabu Siliwangi dengan tema "Sri Baduga dalam Kajian Sejarah, Filosofi, dan Sastra Lisan" di Hotel Baltika, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu.
"Sebagian masyarakat Jawa Barat mengidentikkan tokoh Prabu Siliwangi adalah Sri Baduga Maharaja Raja Kerajaan Sunda. Dengan begitu, hal tersebut akan dibedah oleh para ahli sejarah, filosofi, dan sastra lisan sehingga akan diperoleh data yang akurat dan lengkap," papar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Nunung Sobari MM di Bandung.
Menurut Nunung, data tentang Kerajaan Sunda atau Padjadjaran hingga kini belum banyak diketahui dalam panggung sejarah Jawa Barat. Tokoh yang bergelar Prabu Siliwangi ini lebih banyak diungkap dalam cerita lokal atau legenda.
Saat ini, lanjutnya, sekitar 146 naskah kuno yang disimpan di museum sebagian besar ditulis di atas kertas media (bahan) kertas tradisional dan buatan pabrik. "Ada juga yang menggunakan media daun lontar dan nipah, kayu, serta logam tembaga," katanya.
Untuk aksara dan bahasa, menurut Nunung, yang terdapat dalam naskah kuno koleksi Museum Sri Baduga yang beragam, yaitu Pranagari, Jawa Kuno, Sunda Kuno, Cacarakan, Arab (Pegon), serta Latin. Sementara bahasa yang digunakan Jawa Kuno, Sunda Kuno, Jawa Cirebon, dan Arab.
Nunung memaparkan, kekayaan naskah kuno yang dimiliki masyarakat Jawa Barat jumlahnya banyak dan beragam, yakni aksara, huruf, bahasa, serta bahan. Akan tetapi, sebagian besar telah rusak dan bahkan disinyalir hampir punah.
"Sebagian besar khazanah naskah kuno belumlah terpelihara secara baik serta belum digali kandungan isinya secara optimal sehingga upaya penelitian, pengkajian, dan penyebarluasan perlu makin terus ditingkatkan termasuk melaksanakan kegiatan bedah naskah kuno," kata Nunung.
Salah satu program yang sedang dilaksanakan Balai Pengembangan Museum Negeri Sri Baduga ialah Transliterasi dan Reproduksi Naskah Kuno (Digitalisasi dan Penyalinan) melalui kegiatan peningkatan apresiasi permuseuman Jawa Barat.

Prabu Siliwangi Masih Dianggap Legenda dan Mitos

Eksistensi dan keberadaan Sri Baduga Maharaja Ratu Aji sebagai Raja Sunda tidak perlu disangsikan lagi dan bahkan harus diakui. Sri Baduga merupakan sosok primus inter pares raja terbesar sepanjang sejarah kerajaan Sunda hingga saat ini sangat melegenda dan banyak dimitoskan dengan nama Prabu Siliwangi.
Sebagaimana diungkapkan DR. Mumuh Muhsin Z. M.Hum., dalam paparan makalahnya “Sri Baduga Maharaja; Tokoh Sejarah yang Memitos dan Melegenda”, bahwa Kerajaan Sunda pernah diperintah oleh Prabu Jayadewata atau Ratudewata dan dikenal juga dengan nama Prebu Guru Dewataprana dengan gelar Sri Baduga.
”Ada banyak sumber yang dapat dijadikan rujukan, diantaranya Batu Tulis di Bogor dan prasasti lempengan tembanga maupun daun lontar Carita Parahiyangan,” ujar Mumuh pada acara Seminar Bedah Naskah “Sri Baduga dalam Kajian Sejarah, Filologi dan Sastra Lisan", bertempat di Flamboyan Room Hotel Baltika Jalan Gatot Subroto Bandung, Rabu (31/10/12) yang diselenggarakan Balai Pengelolaan Museum Negeri Jawa Barat Sri Baduga.
Dikatakan Mumuh, Prebu Guru Dewataprana memerintah di kerajaan Sindangkasih (Majalengka) dan menikah dengan Ambetkasih, kemudian memerintah di kerajaan Singapura (Subang) menikah dengan Subanglarang dan dikaruniai tiga orang anak (Walangsungsang, Larasantang dan Rajasangara). Saat memerintah kerajaan Pakuan (sekitar tahun 1427) Prebu Guru Dewataprana mendapat gelar Sri Baduga Maharaja dan menikahi Kentring Manik putri Uwanya Susuktunggal.
Karena memerintah sangat lama, antara 1482 hingga 1521, Prebu Guru Dewataprana mendapat gelar Siliwangi, karena ditangan kepemimpinannya Kerajaan Sunda pindah dari Kawali (Ciamis) ke Pakuan Pajajaran. Selain memerintah kerajaan Sunda terlama, gelar Prabu Siliwangi disematkan kepada Prebu Guru Dewataprana karena sebagai sosok panutan dan sangat disegani (asilih wewangi, silihwangi, siliwangi).
Selain Prebu Guru Dewataprana atau Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, menurut DR. Undang Ahmad Darsa, M.Hum., berdasarkan Carita Parahyangan (Kropak 406) dan Nagarakretabhumi, antara abad 14 hingga akhir abad 16 Masehi Kerajaan Sunda diperintah tidak kurang dari 14 raja. Diawali dengan masa pemerintahan Prabu Linggadewata (1311-1333), Prabu Ajibuna Linggawisesa (1333-1340), Prabu Ragamulya (1340-1350), Prabu Maharaja Linggabhuwanawisesa (1350-1357), Patih Mangkubumi Suradipati (1357-1371), Niskala Wastu Kancana (1371-1475), Rahiyang Dewa Niskala (1475-1482), Sang Susuktunggal (1475-1482), Prebu Guru Dewataprana atau Sri Baduga Maharaja (1482-1521), Prabu Surawisesa (1521-1533), Prabu Ratu Dewata (1533-1543), Sang Ratusaksi Sang Mangabatan (1543-1551), Tohaan di Majalaya atau Prebu Nilakendra (1551-1567) dan Nusiya Mulya atau Prabu Ranggamulya (1567-1579) ditutup Panembahan Yusuf di Banten sebagai pewaris terakhir Kerajaan Sunda.
“Namun sangat disayangkan, keberadaan raja-raja di Sunda tersebut kurang begitu dikenal. Sangat berbeda dengan nama-nama raja di Jawa yang sangat masyur,” ujar Undang Darsa.
Tidak terekposnya nama-nama raja di Sunda tersebut, menurut Undang Darsa, selain akibat pelajaran sejarah yang tidak menarik dan membosankan karena berisikan hafalan nama orang dan tempat serta waktu. Selain itu, nama-nama raja Sunda hingga kini masih menjadi legenda dan dimitoskan akibat tidak ada bukti nyata berupa bangunan kerajaan.
“Semisal letak kerajaan Sunda Galuh, Pakuan Pajajaran dan lainnya tidak diketahui secara pasti dimana. Hal tidak kalah mengundang tanda tanya hingga sekarang ini adalah keberadaan Prabu Siliwangi yang diyakini sejumlah daerah terdapat makamnya,” ujar Undang Darsa, yang berharap guru-guru maupun pihak akademisi dituntut untuk memiliki tanggungjawab moral menyampaikan sejarah dengan benar dan menarik

Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah

Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan kamu zuhud atau tidak cinta kepada dunia.(Rasulullah)
Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya.(Ibnu Attailllah as Sakandari)
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah, lalu penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintahNya, dan larikanlah dirimu dari laranganNya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu, setelah itu keluar, untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bgaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga.(Syekh Abdul Qodir al-Jaelani)
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajkan adalah akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia.(Nasirin)
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)
Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Sayidina Ali bin Abi Thalib)
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud)

Mengungkap asal usul Patih Gajah Mada yang misterius

Keberadaan dan asal-usul pahlawan yang kondang dengan Sumpah Palapa ini masih menjadi misteri bagi semua orang. Bahkan para ahli sejarah pun belum menemukan kata sepakat dimana dia dilahirkan. Dimana dia dibesarkan sampai bagaimana sosok Patih Gajah Mada menghabiskan masa tuanya sampai saat ini menjadi tanda tanya besar. Serta menjadi teka-teki sejarah yang belum terpecahkan.
Ada bahasan menarik yang disampaikan oleh sastrawan Anuf Chafiddi atau sering dipanggil Viddy AD Daery dalam makalahnya dalam Seminar Sesi II tentang Kontroversi Gajah Mada dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah di Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng Senin (29/10).
Secara tegas dirinya memberikan judul dalam makalahnya; "Foklor Mengenai Gajah Mada Lahir di Modo, Lamongan" yang artinya menyatakan dirinya yakin bahwa Gajah Mada dilahirkan, besar dan mati di Lamongan, Jatim.
"Gajah Mada pahlawan maha besar nusantara itu lahir di wilayah Lamongan, Jawa Timur? Untuk menjawab pertanyaan itu akan menimbulkan berbagai macam jawaban kalau ditanyakan ke banyak orang. Namun kalau ditanyakan kepada saya. Jawaban saya adalah betul," ungkap Viddy.
Ada lima alasan yang menjadikan Viddy yakin bahwa Gajah Mada berasal dari Lamongan, Jatim. Alasan itu di antaranya, di daerah Desa Modo dan sekitarnya termasuk Desa Pamotan, Desa Ngimbang, Desa Bluluk, Desa Sukorame dan sekitarnya tersebar foklor atau cerita rakyat. Dongeng dari mulut ke mulut mengisahkan bahwa Gajah Mada adalah kelahiran wilayah Desa Modo.
Kelima desa itu merupakan daerah ibu kota sejak didirikan jaman Kerajaan Kahuripan Erlangga. Bahkan anak cucu raja juga mendirikan ibu kota di situ. Alasanya strategis alamnya bergunung-gunung, bagus untuk pertahanan dan dekat dengan Kali Lamong cabang Kali Brantas. Selain itu ada jalan raya Kahuripan-Tuban yang dibatasi Sungai Bengawan Solo di Pelabuhan Bubat (kini bernama Kota Babat). Ibu kota ini baru digeser oleh cicit Airlangga ke arah Kertosono-Nganjuk.
Kemudian baru di zaman Jayabaya digeser lagi ke Mamenang, Kediri. Selanjutnya oleh Ken Arok, digeser masuk lagi ke Singosari. Baru kemudian oleh R Wijaya dikembalikan ke arah muara yaitu ke Tarik. Namun, anaknya yang akan dijadikan penggantinya yakni Tribuana Tunggadewi diratukan di daerah Lamongan-Pamotan-Bluluk lagi yaitu di Kahuripan alias Rani Kahuripan, Lamongan.
"Ketika Gajah Mada menyelamatkan Raja Jayanegara dari amukan pemberontak Ra Kuti, dibawanya Jayanegara ke arah Lamongan yaitu di Badender (bisa Badender Bojonegoro, bisa Badender kabuh, Jombang, keduanya memiliki rute ke arah Lamongan (Pamotan-Modo-Bluluk dan sekitarnya). Itu sesuai teori masa anak-anak dimana kalau anak kecil atau remaja berkelahi di luar desa pasti jika kalah lari menyelamatkan diri masuk ke desa minta dukungan. Di desanya banyak teman, kerabat maupun guru silatnya. Saya kira Gajah Mada juga menerapkan taktik itu,"ungkapnya.
Sebuah situs kuburan Ibunda Gajah Mada, yaitu Nyai Andongsari juga menjadikan Viddy yakin bahwa patih kerajaan jaman Majapahit itu berasal dari Lamongan. Kemudian juga ada situs kuburan yang sampai saat ini menjadi perdebatan dan kontroversial yang diyakini warga sekitar merupakan kuburan patih Gajah Mada. Namun, kuburan itu dalam posisi dan berkarakter kuburan islam.
"Kuburannya menghadap ke arah persis sebagaimana kuburan orang Islam. Kalau misalnya hal ini benar maka wajar saja masa tua Gajah Mada tidak ditulis di babad-babad atau kitab kuno. Sengaja disisihkan atau dihapus dari sejarah karena Gajah Mada mungkin dianggap 'murtad' atau semacam itu," jelasnya.
Arkeolog sekaligus sejarawan Fakultas Sejarah Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar menyatakan secara arkeologis belum ditemukan data tentang asal muasal dan keberadaan pasti Gajah Mada. Bahkan beberapa temuan prasasti-prasasti yang menyinggung tentang cerita Gajah Mada belum dan tidak bisa digunakan untuk penelitian dan memastikan benang merah sejarah cikal bakal Gajah Mada itu sendiri.
"Beberapa data soal keberadaan Gajah Mada yang belum digunakan. Data Gajah Mada secara arkeologis tidak ada. Yang ada nanti jika digunakan menjadi tafsir di atas tafsir. Prasasti yang terabaikan itu diantaranya: Prasasti Gajah Mada di situs Candi Singosari (Tahun 1351 M), Prasasti Relief Mahameru (Pawitra) yang menjelaskan Mahameru sebagai titik asis mundi.
Kemudian penemuan Candi Tikus di situs Trowulan yang gayanya mirip Candi Singosari. Mungkinkah Candi Tikus diperintah Gajah Mada untuk dibangun.
"Candi Kepung 7 meter di muka tanah sangat dekat dengan Candi Tikus di Kepung Kediri. Ada lagi Prasasti Hemadwalandit, Prasasti Bendodari (Tahun 1360 M),"tuturnya.
Agus Aris menyatakan karena tidak ada bukti arkeologis yang ditemukan terkait keberadaan dan cikal bakal Gajah Mada dan saking menariknya tokoh yang satu ini, banyak sekali daerah yang sampai mengklaim secara lisan bahwa di daerah mereka merupakan asal muasal maupun tempat meninggalnya Gajah Mada.
"Ada yang mengakui bahwa Gajah Mada dari Buton, Gajah Mada dari Wange-wange Bali. Ada yang bahkan mengatakan bahwa Gajah Mada adalah keturunan pasukan Tor-Tor,"ungkap Agus Aris Munandar.
Sampai saat ini, penelitian Arkeologi belum berhasil menemukan jati diri, sosok Gajah Mada yang seutuhnya. Sebab dari arkeologi sejarah, mempunya peringkat validitas data.
"Data primer, data sekunder dan data tertier. Berita- berita dari mulut ke mulut (folklor) itu, menurut Aris itu merupakan data tersier dan bersifat negatif. Data primer prasasti itu mutlak dan dibuat pada jamanya. Prasasti dengan angka tahun dihargai dengan angka tahun. Data pendukung: zaman, bergeser. Negarakertagama lebih falid dari Pararathon. Ada peringkat yang tidak bisa kami tabrak begitu saja. Silahkan multi tafsir nanti akan diperbaiki

Pakuan Pajajaran atau Pakuan adalah pusat Kerajaan Sunda

Pakuan Pajajaran atau Pakuan (Pakwan) atau Pajajaran adalah pusat pemerintahan Kerajaan Sunda, sebuah kerajaan yang selama beberapa abad (abad ke-7 hingga abad ke-16) pernah berdiri di wilayah barat pulau Jawa. Lokasi Pakuan Pajajaran berada di wilayah Bogor, Jawa Barat sekarang.

KERAJAAN PADJADJARAN 
Kerajaan Pajajaran adalah sebuah kerajaan Hindu yang diperkirakanberibukotanya di Pakuan (Bogor) di Jawa Barat. Dalam naskah-naskah kunonusantara, kerajaan ini sering pula disebut dengan nama Negeri Sunda,Pasundan, atau berdasarkan nama ibukotanya yaitu Pakuan Pajajaran.Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam prasasti SanghyangTapak.

Sejarah

Sejarah kerajaan ini tidak dapat terlepas dari kerajaan-kerajaanpendahulunya di daerah Jawa Barat, yaitu Kerajaan Tarumanagara,Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh, dan Kawali. Hal ini karenapemerintahan Kerajaan Pajajaran merupakan kelanjutan dari kerajaan-kerajaan tersebut. Dari catatan-catatan sejarah yang ada, dapatlahditelusuri jejak kerajaan ini; antara lain mengenai ibukota Pajajaran yaituPakuan. Mengenai raja-raja Kerajaan Pajajaran, terdapat perbedaan urutanantara naskah-naskah Babad Pajajaran, Carita Parahiangan, dan CaritabWaruga Guru.

Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkansejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti:Prasasti Batu Tulis, Bogor Prasasti 

Batutulis Prasasti Batutulis terletak di jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis,Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. 

Kompleks Prasasti Batutulis memiliki luas 17 x 15 meter. Batu Prasasti dan benda-benda lainpeninggalan kerajaan Sunda terdapat dalam komplek ini. Pada batu ini berukir kalimat-kalimat dengan huruf Sunda Kuno.

Isi Prasasti: Wangna pun ini sakakala, prebu ratu purane pun,diwastu diya wingaran prebu guru dewatapranadi wastu diya wingaran sri baduga maharaja ratu hajj di pakwan pajajaranseri sang ratu dewatapun ya nu nyusuk na pakwandiva anak rahyang dewa niskala sa(ng) sida mokta dimguna tiga i(n) curahyang niskala-niskala wastu ka(n) cana sa(ng) sida mokta ka nusalarangya siya ni nyiyan sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida, nyiyanlsa(ng)h yang talaga rena mahawijaya, ya siya, o o i saka, panca pandawae(m) ban bumi

Terjemahan Terjemahan bebasnya kira-kira seperti ini : Semoga selamat, ini tanda peringatan Prabu Ratu almarhum Dinobatkan dia dengan nama Prabu Guru Dewataprana,dinobatkan (lagi) dia dengan nama Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.

Dialah yang membuat parit (pertahanan) Pakuan.Dia putera Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucuRahiyang Niskala Wastu Kancana yang dipusarakan ke Nusa Larang.

Dialah yang membuat tanda peringatan berupa gunung-gunungan,membuat undakan untuk hutan Samida membuat Sahiyang Telaga RenaMahawijaya (dibuat) dalam (tahun) Saka "Panca Pandawa Mengemban Bumi" 

Catatan kaki^ Lokasi hutan samida ini konon yang sekarang dipakai sebagai KebunRaya Bogor.^ Ini adalah sangkala yang artinya adalah 5 5 4 1 atau kalau dibalik adalah1455 Saka (1533 Masehi)Prasasti Sanghyang Tapak, SukabumiPrasasti Kawali, CiamisPrasasti Astana GedePrasasti Astana Gede atau Prasasti Kawali merujuk pada beberapa prasastiyang ditemukan di kawasan Kabuyutan Kawali, kabupaten Ciamis, JawaBarat, terutama pada prasasti "utama" yang bertulisan paling banyak (Prasasti Kawali I). 

Adapun secara keseluruhan, terdapat enam prasasti.Kesemua prasasti ini menggunakan bahasa dan aksara Sunda (Kaganga).Meskipun tidak berisi candrasangkala, prasasti ini diperkirakan berasal dariparuh kedua abad ke-14 berdasarkan nama raja.Berdasarkan perbandingan dengan peninggalan sejarah lainnya sepertinaskah Carita Parahyangan dan Pustaka Rajya Rajya di Bhumi Nusantara,dapat disimpulkan bahwa Prasasti Kawali I ini merupakan sakakala atautugu peringatan untuk mengenang kejayaan Prabu Niskala Wastu Kancana,penguasa Sunda yang bertahta di Kawali, putra Prabu Linggabuana yanggugur di Bubat.

Isi teks Teks di bagian muka: 

nihan tapa kawa-li nu sang hyang mulia tapa bha-gya par ĕbu raja wastumangad ĕg di kuta ka-wali nu mahayuna kadatuansura wisesa nu marigi sa-kuliling dayĕh. nu najur sakaladesa aja manu panderi pak ĕnagawe ring hayu pak ĕn hebel jaya dina buana

Teks di bagian tepi tebal: hayua diponah-ponah hayua dicawuh-cawuhinya neker inya anggerinya ninycak inya rempag 

Alihbahasa Teks di bagian muka:
Inilah jejak (tapak) (di) Kawali (dari) tapa beliau Yang Mulia Prabu RajaWastu (yang) mendirikan pertahanan (bertahta di) Kawali, yang telahmemperindah kedaton Surawisesa, yang membuat parit pertahanan disekeliling wilayah kerajaan, yang memakmurkan seluruh pemukiman.

Kepada yang akan datang, hendaknya menerapkan keselamatan sebagailandasan kemenangan hidup di dunia.Teks di bagian tepi tebal: Jangan dimusnahkan! Jangang semena-mena!Ia dihormati, ia tetap.Ia menginjak, ia roboh.Tugu Perjanjian Portugis (padraõ), Kampung Tugu, JakartaTaman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor.

Daftar raja Pajajaran
Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521) Sri Baduga Maharaja
Sri Baduga Maharaja (Ratu Jayadewata) mengawali pemerintahan zamanPajajaran, yang memerintah selama 39 tahun (1482-1521). 

Pada masa inilah Pakuan mencapai puncak perkembangannya.Dalam prasasti Batutulis diberitakan bahwa Sri Baduga dinobatkan duakali, yaitu yang pertama ketika Jayadewata menerima Galuh dari ayahnya(Prabu Dewa Niskala) yang kemudian bergelar Prabu Guru Dewapranata. Yang kedua ketika ia menerima Tahta Kerajaan Sunda dari mertuanya,Susuktunggal. Dengan peristiwa ini, ia menjadi penguasa Sunda-Galuh dandinobatkan dengar gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan PajajaranSri Sang Ratu Dewata. Jadi sekali lagi dan untuk terakhir kalinya, setelah"sepi" selama 149 tahun, Jawa Barat kembali menyaksikan iring-iringanrombongan raja yang berpindah tempat dari timur ke barat. Untuk menuliskan situasi kepindahan keluarga kerajaan dapat dilihat pada Pindahnya Ratu Pajajaran

1 Prabu Siliwangi
2 Biografi
2.1 Masa muda
2.2 Perang Bubat
3 Kebijakan Sri Baduga dan Kehidupan Sosial
4 Peristiwa-peristiwa di masa pemerintahannya
4.1 Carita Parahiyangan
4.2 Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2.

Prabu Siliwangi

Di Jawa Barat Sri Baduga ini lebih dikenal dengan nama Prabu Siliwangi.Nama Siliwangi sudah tercatat dalam Kropak 630 sebagai lakon pantun.Naskah itu ditulis tahun 1518 ketika Sri Baduga masih hidup. Lakon PrabuSiliwangi dalam berbagai versinya berintikan kisah tokoh ini menjadi raja diPakuan. 

Peristiwa itu dari segi sejarah berarti saat Sri Baduga mempunyaikekuasaan yang sama besarnya dengan Wastu Kancana (kakeknya) aliasPrabu Wangi (menurut pandangan para pujangga Sunda).Menurut tradisi lama. orang segan atau tidak boleh menyebut gelar rajayang sesungguhnya, maka juru pantun mempopulerkan sebutan Siliwangi.

Dengan nama itulah ia dikenal dalam literatur Sunda. Wangsakerta punmengungkapkan bahwa Siliwangi bukan nama pribadi, ia menulis:"Kawalya ta wwang Sunda lawan ika wwang Carbon mwang sakweh irawwang Jawa Kulwan anyebuta Prabhu Siliwangi raja Pajajaran. 

Dadyekadudu ngaran swaraga nira".Indonesia: Hanya orang Sunda dan orang Cirebon serta semua orang JawaBarat yang menyebut Prabu Siliwangi raja Pajajaran. Jadi nama itu bukannama pribadinya.BiografiMasa mudaWaktu mudanya Sri Baduga terkenal sebagai kesatria pemberani dantangkas bahkan satu-satunya yang pernah mengalahkan Ratu Japura (Amuk Murugul) waktu bersaing memperbutkan Subanglarang (istri kedua PrabuSiliwangi yang beragama Islam). 

Dalam berbagai hal, orang sejamannyateringat kepada kebesaran mendiang buyutnya (Prabu Maharaja LinggaBuana) yang gugur di Bubat yang digelari Prabu Wangi.Tentang hal itu, Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara II/2 mengungkapkanbahwa orang Sunda menganggap Sri Baduga sebagai pengganti PrabuWangi, sebagai silih yang telah hilang. Naskahnya berisi sebagai berikut(artinya saja):"Di medan perang Bubat ia banyak membinasakan musuhnya karena Prabu Maharaja sangat menguasai ilmu senjata dan mahir berperang, tidak maunegaranya diperintah dan dijajah orang lain.Ia berani menghadapi pasukan besar Majapahit yang dipimpin oleh sangPatih Gajah Mada yang jumlahnya tidak terhitung. 

Oleh karena itu, iabersama semua pengiringnya gugur tidak tersisa.Ia senantiasa mengharapkan kemakmuran dan kesejahteraan hiduprakyatnya di seluruh bumi Jawa Barat. Kemashurannya sampai kepadabeberapa negara di pulau-pulau Dwipantara atau Nusantara namanya yanglain. Kemashuran Sang Prabu Maharaja membangkitkan (rasa banggakepada) keluarga, menteri-menteri kerajaan, angkatan perang dan rakyat Jawa Barat. 

Oleh karena itu nama Prabu Maharaja mewangi. Selanjutnya iadi sebut Prabu Wangi. Dan keturunannya lalu disebut dengan nama PrabuSiliwangi. Demikianlah menurut penuturan orang Sunda".Perang BubatKesenjangan antara pendapat orang Sunda dengan kenyataan sejarahseperti yang diungkapkan di atas mudah dijajagi. Pangeran Wangsakerta,

penanggung jawab penyusunan Sejarah Nusantara, menganggap bahwatokoh Prabu Wangi adalah Maharaja Linggabuana yang gugur di Bubat,sedangkan penggantinya ("silih"nya) bukan Sri Baduga melainkan WastuKancana (kakek Sri Baduga, yang menurut naskah Wastu Kancana disebut juga Prabu Wangisutah).

Nah, orang Sunda tidak memperhatikan perbedaan ini sehinggamenganggap Prabu Siliwangi sebagai putera Wastu Kancana (PrabuAnggalarang). Tetapi dalam Carita Parahiyangan disebutkan bahwa NiskalaWastu Kancana itu adalah "seuweu" Prabu Wangi. Mengapa Dewa Niskala(ayah Sri Baduga) dilewat? Ini disebabkan Dewa Niskala hanya menjadipenguasa Galuh. 

Dalam hubungan ini tokoh Sri Baduga memang penerus"langsung" dari Wastu Kancana. Menurut Pustaka Rajyarajya I BhumiNusantara II/4, ayah dan mertua Sri Baduga (Dewa Niskala danSusuktunggal) hanya bergelar Prabu, sedangkan Jayadewata bergelarMaharaja (sama seperti kakeknya Wastu Kancana sebagai penguasa Sunda-Galuh).

Dengan demikian, seperti diutarakan Amir Sutaarga (1965), Sri Baduga itudianggap sebagai "silih" (pengganti) Prabu Wangi Wastu Kancana (olehPangeran Wangsakerta disebut Prabu Wangisutah). "Silih" dalampengertian kekuasaan ini oleh para pujangga babad yang kemudianditanggapi sebagai pergantian generasi langsung dari ayah kepada anak sehingga Prabu Siliwangi dianggap putera Wastu Kancana.Kebijakan Sri Baduga dan Kehidupan SosialTindakan pertama yang diambil oleh Sri Baduga setelah resmi dinobatkan jadi raja adalah menunaikan amanat dari kakeknya (Wastu Kancana) yangdisampaikan melalui ayahnya (Ningrat Kancana) ketika ia masih menjadi mangkubumi di Kawali. 

Isi pesan ini bisa ditemukan pada salah satuprasasti peninggalan Sri Baduga di Kebantenan.
Isinya sebagai berikut(artinya saja):

Semoga selamat. Ini tanda peringatan bagi Rahyang Niskala WastuKancana. Turun kepada Rahyang Ningrat Kancana, maka selanjutnya kepada Susuhunan sekarang di Pakuan Pajajaran. 

Harus menitipkan ibukotadi Jayagiri dan ibukota di Sunda Sembawa.Semoga ada yang mengurusnya.
Jangan memberatkannya dengan "dasa","calagra", "kapas timbang", dan "pare dongdang".Maka diperintahkan kepada para petugas muara agar jangan memungutbea. 

Karena merekalah yang selalu berbakti dan membaktikan diri kepadaajaran-ajaran. Merekalah yang tegas mengamalkan peraturan dewa.Dengan tegas di sini disebut "dayeuhan" (ibukota) di Jayagiri dan SundaS embawa. 

Penduduk kedua dayeuh ini dibebaskan dari 4 macam pajak,yaitu "dasa" (pajak tenaga perorangan), "calagra" (pajak tenaga kolektif),"kapas timbang" (kapas 10 pikul) dan "pare dondang" (padi 1 gotongan).Dalam kropak 630, urutan pajak tersebut adalah dasa, calagra, "upeti","panggeureus reuma".

Dalam koropak 406 disebutkan bahwa dari daerah Kandang Wesi (sekarangBungbulang, Garut) harus membawa "kapas sapuluh carangka" (10carangka = 10 pikul = 1 timbang atau menurut Coolsma, 1 caeng timbang)sebagai upeti ke Pakuan tiap tahun. Kapas termasuk upeti. Jadi tidak dikenakan kepada rakyat secara perorangan, melainkan kepada penguasasetempat."Pare dondang" disebut "panggeres reuma". Panggeres adalah hasil lebihatau hasil cuma-cuma tanpa usaha. 

Reuma adalah bekas ladang. Jadi, padiyang tumbuh terlambat (turiang) di bekas ladang setelah dipanen dankemudian ditinggalkan karena petani membuka ladang baru, menjadi hak raja atau penguasa setempat (tohaan). 

Dongdang adalah alat pikul seperti"tempat tidur" persegi empat yang diberi tali atau tangkai berlubang untuk memasukan pikulan. 

Dondang harus selalu digotong. Karena bertali ataubertangkai, waktu digotong selalu berayun sehingga disebut "dondang"(berayun). 

Dondang pun khusus dipakai untuk membawa barang antaranpada selamatan atau arak-arakan. Oleh karena itu, "pare dongdang" atau"penggeres reuma" ini lebih bersifat barang antaran.Pajak yang benar-benar hanyalah pajak tenaga dalam bentuk "dasa" dan"calagra" (Di Majapahit disebut "walaghara = pasukan kerja bakti). 

Tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk kepentingan raja diantaranya :menangkap ikan, berburu, memelihara saluran air (ngikis), bekerja diladang atau di "serang ageung" (ladang kerajaan yang hasil padinya diperuntukkan bagi upacara resmi).

Dalam kropak 630 disebutkan "wwang tani bakti di wado" (petani tunduk kepada wado). Wado atau wadwa ialah prajurit kerajaan yang memimpincalagara. Sistem dasa dan calagara ini terus berlanjut setelah jamankerajaan. Belanda yang di negaranya tidak mengenal sistem semacam inimemanfaatkanna untuk "rodi". 

Bentuk dasa diubah menjadi"Heerendiensten" (bekerja di tanah milik penguasa atau pembesar).Calagara diubah menjadi "Algemeenediensten" (dinas umum) atau"Campongdiesnten" (dinas Kampung) yang menyangkut kepentinganumum, seperti pemeliharaan saluran air, jalan, rumah jada dan keamanan. Jenis pertama dilakukan tanpa imbalan apa-apa, sedangkan jenis keduadilakuan dengan imbalan dan makan. "Preangerstelsel" dan"Cultuurstelsel" yang keduanya berupa sistem tanam paksa memanfaatkantradisi pajak tenaga ini.Dalam akhir abad ke-19 bentuknya berubah menjadi "lakon gawe" danberlaku untuk tingkat desa. Karena bersifat pajak, ada sangsi untuk mereka yang melalaikannya. 

Dari sinilah orang Sunda mempunyai peribahasa "puraga tamba kadengda" (bekerja sekedar untuk menghindarihukuman atau dendaan). Bentuk dasa pada dasarnya tetap berlangsung. Didesa ada kewajiban "gebagan" yaitu bekerja di sawah bengkok dan titingkat kabupaten bekerja untuk menggarap tanah para pembesarsetempat. Jadi "gotong royong tradisional berupa bekerja untuk kepentingan umumatas perintah kepala desa", menurut sejarahnya bukanlah gotong royong.Memang tradisional, tetapi ide dasarnya adalah pajak dalam bentuk tenaga. Dalam Pustaka Jawadwipa disebut karyabhakti dan sudah dikenalpada masa Tarumanagara dalam abad ke-5.

Piagam-piagam Sri Baduga lainnya berupa "piteket" karena langsungmerupakan perintahnya. Isinya tidak hanya pembebasan pajak tetapi jugapenetapan batas-batas "kabuyutan" di Sunda Sembawa dan GunungSamaya yang dinyatakan sebagai "lurah kwikuan" yang disebut juga desaperdikan, desa bebas pajak.Gelar "Sripaduka" ( Sri Baduga ) pada zaman Pajajaran Nagara disandangoleh 3 tokoh : 

  1. Wastukancana / Rd. Pitara Wangisuta / SRI PADUKAMAHARAJA PRABU GURU DEWATA PURANA RATU HAJI DI PAKUAN PAJAJARANSANG RATU KARANTEN ( KARA ANTEN ) RAKEYAN LAYARAN WANGI /SUNANRUMENGGONG (RAMA HYANG AGUNG ) adik dari Dyah Pitaloka Citraresmianak dari Rd. Kalagemet /Jayanagara II / Raja Sundayana di Galuh /RatuGaluh di Panjalu / Maharaja Prabu Wangi dan merangkap Wali NagariHujung Galuh ( Majapahit-Pajajaran Wetan / Jawa Pawatan / Galuh - menjadiwali sang kakak Linggabuana/Jayanagara I/Maharaja Prabu Diwastu ayahdari Hayam Wuruk /Hyang Warok /Rd. Inu Kertapati /Susuk Tunggal/Prabumulih /Prabu Seda Keling /Sang Haliwungan /Pangeran BorosNgora/Ra- Hyang Kancana )gugur pada "PERANG BUBAT" dalampertempuran yang tidak "FAIR" atas "REKAYASA" Gajah Mada / Guan Eng Cudan Nangganan /Ki Ageng Muntalarasa /Syekh BEN TONG!!!!,dengan caradibokong dan di keroyok !!!. 
  2. Mundinglayadikusumah / Rd. Samadullah SurawisesaMundinglayadikusumah/SRI PADUKA MAHARAJA PRABU GURU GANTANGANSANG SRI JAYA DEWATA /KEBO KENONGO /ARYA KUMETIR /RD.KUMETIR /KIAGENG PAMANAH RASA / SUNAN PAGULINGAN anak dari LINGGA HYANG /LINGGA WESI / HYANG BUNI SWARA /SRI SANGGRAMAWIJAYATUGGAWARMAN /MAHAPATI ANAPAKEN ( MENAK PAKUAN )/ RD. H. PURWAANDAYANINGRAT / SUNAN GIRI /HYANG TWAH / BATARA GURUNISKALAWASTU DI JAMPANG.
  3. MUNDINGWANGI/ SRI PADUKA MAHARAJA PRABU GURU DEWATAPRANASANG PRABU GURU RATU DEWATA anak dari Wastukancana.Rakeyan MundinglayaSILIWANGI I Rd. Samadullah Surawisesa Mundinglayadikusumah Sri PadukaMaharaja Prabu Guru Gantangan Sang Sri Jaya Dewata / Ki Ageng PamanahRasa / Sunan Pagulingan / Kebo Kenongo / Rd. Kumetir / Layang KumetirRakeyan MundingwangiSILIWANGI II Rd.Salalangu Layakusumah Sri Paduka Maharaja Prabu GuruDewata Prana Sang Prabu Guru Ratu Dewata / Kebo Anabrang ?Rakeyan Mundingsari /MundingkawatiSILIWANGI III Tumenggung Cakrabuana Wangsa Gopa Prana Sang PrabuWalangsungsang Dalem Martasinga Syekh Rachmat Syarif HidayatullahSunan Gunung Jati I Ki Ageng Pamanahan / Kebo Mundaran ?

Peristiwa-peristiwa di masa pemerintahannya
Beberapa peristiwa menurut sumber-sumber sejarah:
Carita Parahiyangan 

Dalam sumber sejarah ini, pemerintahan Sri Baduga dilukiskan demikian :"Purbatisi purbajati, mana mo kadatangan ku musuh ganal musuh alit. 

Sukakreta tang lor kidul kulon wetan kena kreta rasa. Tan kreta ja lakibi dinaurang reya, ja loba di sanghiyang siksa".(Ajaran dari leluhur dijunjung tinggi sehingga tidak akan kedatanganmusuh, baik berupa laskar maupun penyakit batin. 

Senang sejahtera diutara, barat dan timur. Yang tidak merasa sejahtera hanyalah rumah tanggaorang banyak yang serakah akan ajaran agama).

Dari Naskah ini dapat diketahui, bahwa pada saat itu telah banyak RakyatPajajaran yang beralih agama (Islam) dengan meninggalkan agama lama.

RAKEYAN MUNDINGSARI/MUNDINGKAWATI/TUMENGGUNG CAKRABUWANAWANGSA GOPA PRANA SANG PRABU WALANGSUNGSANG/DALEMMARTASINGA /SYEKH RACHMAT SYARIF HIDAYATULLAH SUNAN GUNUNG JATII /KEBO ANABRANG ? SILIWANGI III /SUNAN RACHMAT adalah anak dariHyang Warok / Susuk Tunggal /Sang Haliwungan Pustaka Nagara Kretabhumi parwa 

Naskah ini menceritakan, bahwa pada tanggal 12 bagian terang bulanCaitra tahun 1404 Saka, Syarif Hidayat menghentikan pengiriman upetiyang seharusnya di bawa setiap tahun ke Pakuan Pajajaran. [Syarif Hidayat masih cucu Sri Baduga dari Lara Santang]. Ia dijadikan raja oleh uanya(Pangeran Cakrabuana) dan menjadi raja merdeka di Pajajaran di Bumi Sunda (Jawa Barat)]Ketika itu Sri Baduga baru saja menempati istana Sang Bhima (sebelumnyadi Surawisesa). 

Kemudian diberitakan, bahwa pasukan Angkatan Laut Demak yang kuat berada di Pelabuhan Cirebon untuk menjagakemungkinan datangnya serangan Pajajaran.Tumenggung Jagabaya beserta 60 anggota pasukannya yang dikirimkandari Pakuan ke Cirebon, tidak mengetahui kehadiran pasukan Demak disana. Jagabaya tak berdaya menghadapi pasukan gabungan Cirebon-Demak yang jumlahnya sangat besar. Setelah berunding, akhirnya Jagabayamenghamba dan masuk Islam.

Peristiwa itu membangkitkan kemarahan Sri Baduga. Pasukan besar segeradisiapkan untuk menyerang Cirebon. Akan tetapi pengiriman pasukan itudapat dicegah oleh Purohita (pendeta tertinggi) keraton Ki Purwa Galih.[Cirebon adalah daerah warisan Cakrabuana (Walangsungsang) darimertuanya (Ki Danusela) dan daerah sekitarnya diwarisi dari kakeknya KiGedeng Tapa (Ayah Subanglarang).

Cakrabuana sendiri dinobatkan oleh Sri Baduga (sebelum menjadiSusuhunan) sebagai penguasa Cirebon dengan gelar Sri Mangana. KarenaSyarif Hidayat dinobatkan oleh Cakrabuana dan juga masih cucu SriBaduga, maka alasan pembatalan penyerangan itu bisa diterima olehpenguasa Pajajaran.

Demikianlah situasi yang dihadapi Sri Baduga pada awal masapemerintahannya. Dapat dimaklumi kenapa ia mencurahkan perhatiankepada pembinaan agama, pembuatan parit pertahanan, memperkuatangkatan perang, membuat jalan dan menyusun PAGELARAN (formasitempur). 

Pajajaran adalah negara yang kuat di darat, tetapi lemah di laut.Menurut sumber Portugis, di seluruh kerajaan, Pajajaran memiliki kira-kira 100.000 prajurit. Raja sendiri memiliki pasukan gajah sebanyak 40 ekor. Dilaut, Pajajaran hanya memiliki enam buah Kapal Jung 150 ton untuk kepentingan perdagangan antar-pulaunya (saat it perdagangan kuda jenis Pariaman mencapai 4000 ekor/tahun.
Keadaan makin tegang ketika hubungan Demak-Cirebon makin dikukuhkandengan perkawinan putera-puteri dari kedua belah pihak. 

Ada empat pasangan yang dijodohkan, yaitu : Pangeran Hasanudin dengan Ratu Ayu Kirana (Purnamasidi).Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor.Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun.Pangeran Bratakelana dengan Ratu Ayu Wulan (Ratu Nyawa).

Perkawinan Pangeran Sabrang Lor alias Yunus Abdul Kadir dengan Ratu Ayu terjadi 1511. Sebagai Senapati Sarjawala, panglima angkatan laut,Kerajaan Demak, Sabrang Lor untuk sementara berada di Cirebon.Persekutuan Cirebon-Demak inilah yang sangat mencemaskan Sri Badugadi Pakuan. Tahun 1512, ia mengutus putera mahkota Surawisesamenghubungi Panglima Portugis Alfonso d'Albuquerque di Malaka (ketikaitu baru saja gagal merebut Pelabuhan Pasai atau Samudra Pasai).
Sebaliknya upaya Pajajaran ini telah pula meresahkan pihak Demak.Pangeran Cakrabuana dan Susuhunan Jati (Syarif Hidayat) tetapmenghormati Sri Baduga karena masing-masing sebagai ayah dan kakek.Oleh karena itu permusuhan antara Pajajaran dengan Cirebon tidak berkembang ke arah ketegangan yang melumpuhkan sektor-sektorpemerintahan. 

Sri Baduga hanya tidak senang hubungan Cirebon-Demak yang terlalu akrab, bukan terhadap Kerajaan Cirebon. Terhadap Islam, iasendiri tidak membencinya karena salah seorang permaisurinya,Subanglarang, adalah seorang muslimah dan ketiga anaknya --Walangsungsang alias Cakrabuana, Lara Santang, dan Raja Sangara --diizinkan sejak kecil mengikuti agama ibunya (Islam).Karena permusuhan tidak berlanjut ke arah pertumpahan darah, makamasing masing pihak dapat mengembangkan keadaan dalam negerinya.Demikianlah pemerintahan Sri Baduga dilukiskan sebagai jamankesejahteraan (Carita Parahiyangan). 

Tome Pires ikut mencatat kemajuan jaman Sri Baduga dengan komentar "The Kingdom of Sunda is justlygoverned; they are true men" (Kerajaan Sunda diperintah dengan adil;mereka adalah orang-orang jujur).

Juga diberitakan kegiatan perdagangan Sunda dengan Malaka sampai kekepulauan Maladewa (Maladiven). Jumlah merica bisa mencapai 1000 bahar(1 bahar = 3 pikul) setahun, bahkan hasil tammarin (asem) dikatakannyacukup untuk mengisi muatan 1000 kapal.Naskah Kitab Waruga Jagat dari Sumedang dan Pancakaki Masalah karuhunKabeh dari Ciamis yang ditulis dalam abad ke-18 dalam bahasa Jawa danhuruf Arab-pegon masih menyebut masa pemerintahan Sri Baduga inidengan masa gemuh Pakuan (kemakmuran Pakuan) sehingga tak mengherankan bila hanya Sri Baduga yang kemudian diabadikankebesarannya oleh raja penggantinya dalam jaman Pajajaran.

Sri Baduga Maharaja alias Prabu Siliwangi yang dalam Prasasti Tembaga Kebantenan disebut Susuhuna di Pakuan Pajajaran, memerintah selama 39tahun (1482 - 1521). Ia disebut secara anumerta Sang Lumahing (SangMokteng) Rancamaya karena ia dipusarakan di Rancamaya.

Surawisesa (1521 – 1535)
Ratu Dewata (1535 – 1543)
Ratu Sakti (1543 – 1551)
Raga Mulya (1567 – 1579)

KeruntuhanKerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaanSunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten. 

Berakhirnya jaman Pajajaranditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (singgahsanaraja), dari Pakuan ke Surasowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.Batu berukuran 200x160x20 cm itu diboyong ke Banten karena tradisipolitik agar di Pakuan tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru, danmenandakan Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Pajajaran yang sahkarena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja. 

Palangka Sriman Sriwacana tersebut saat ini bisa ditemukan di depan bekas KeratonSurasowan di Banten. Orang Banten menyebutnya Watu Gigilang, berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman.Saat itu diperkirakan terdapat sejumlah punggawa istana yangmeninggalkan kraton lalu menetap di daerah Lebak. Mereka menerapkantata cara kehidupan lama yang ketat, dan sekarang mereka dikenal sebagai orang Baduy.