Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jurnalis Muslim Bentuk Kaukus Wartawan Pembela Syariat Islam

Written By Unknown on Kamis, 08 November 2012 | 22.48

Dalam sebuah pernyataan persnya, sekelompok jurnalis yang tergabung dalam Kaukus Wartawan Pembela Syariat Islam bertekad untuk mengawal pelaksanaan Syariat Islam di Aceh agar berjalan sesuai dengan Qanun Syariat Islam dan Undang-Undang Syariat Islam itu sendiri.

Kaukus ini bukan partai politik, dan bukan ormas. Kaukus ini adalah himpunan wartawan dari berbagai media yang memiliki misi dan visi Islami dalam menjalankan profesinya.

Gerakan ini digagas oleh sejumlah wartawan dari lintas media dan organisasi profesi. Di antaranya Arif Ramdan (Serambi Indonesia/AJI), Azhari (LKBN Antara Biro Aceh/PWI), Yuswardi Mustafa (Prohaba/PWI), Heru Dwi S (LKBN Antara Biro Aceh/PWI), H Ibnu Sa'dan (Hr. Waspada Biro Langsa/PWI), Muhammad Saman (Hr. Analisa/PWI), Muhammad Zairin (Hr. Waspada/PWI), Misbahuddin (Hr. Serambi Indonesia/PWI), Zainal Arifin (Serambi Indonesia/AJI), dan Said Kamaruzzaman (Serambi Indonesia/AJI), Jaka Rasyid (Hr. Waspada/PWI).

Dalam waktu dekat, para penggagas Kaukus akan mendeklarasikan pendirian Kaukus Wartawan Pembela Syariat Islam dengan menggelar muzakarah. Para penggagas berharap semua wartawan lintas media di Aceh dapat bergabung untuk melawan pembodohan yang menyusup ke Aceh dengan menakut-nakuti praktek jurnalistik bebas, dengan isu-isu HAM dan dalih lainnya.

Kaukus akan mengawal pelaksanaan Syariat dari anasir-anasir busuk yang berlindung di balik tema-tema intelektual dan hak azasi manusia. Anasir busuk tersebut sangat berbahaya karena disinyalir berbaju munafik, yang berbicara seakan-akan mendukung syariat, tapi diam-diam menjalakan misi terselubung dari donor-donor asing untuk menghancurkan Islam di Aceh khususnya, Indonesia umumnya.

Kaukus juga akan memberi dukungan kongkrit bagi para ulama, Dinas Syariat Islam Aceh, dan aktifitas Wilayatul Hisbah (WH) dalam memberantas berbagai bentuk maksiat di Aceh. Sebagai wartawan kaukus ini akan memperjuangkan kebebasan pers dan mensinkronkan UU Pers, Kode Etik Jurnalis dengan nilai-nilai Islam sebagai panduan moral wartawan dalam menjalankan tugasnya.

Sesuai dengan namanya, lembaga ini hanya bersifat sementara dan terbatas kepada upaya untuk memberikan semangat kepada jurnalis/wartawan dalam meliput pemberitaan seputar upaya penegakan hukum syariah di Aceh. Lembaga ini akan dibubarkan jika ancaman terhadap penegakan syariat Islam di Aceh dianggap sudah tidak ada lagi.

“Kami sekelompok wartawan yang menjunjung tinggi kebebasan pers dan nilai-nilai syariat Islam, saat ini merasa khawatir dengan upaya sekelompok orang yang terindikasi berusaha mengekang atau melemahkan semangat para pekerja pers, dalam meliput kasus-kasus yang berkaitan dengan upaya penegakan Syariat Islam di Aceh.

Kaukus menilai, tindakan segelintir pihak yang berlindung di balik kode etik dan HAM, sangat bertolak belakang dengan yang diterapkan di negara yang disebut sebagai penjunjung HAM dan kebebasan berekspresi, seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

Bukti teranyar, pemerintah Amerika Serikat menolak mengadili sutradara, produser, dan aktor/aktris yang terlibat dalam pembuatan film "Innocence of Muslims" yang jelas-jelas menghina Nabi Muhammad SAW, tanpa proses check and rechek kepada Umat Islam.

Meski telah menyebarkan film bohong dan telah menyebabkan demonstrasi mematikan di seluruh dunia, Pemerintah Amerika Serikat tetap menolak mengadili orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film sampah ini. Alasannya adalah melindungi "kebebasan berekspresi".

Atas dasar pemikiran dan fakta-fakta ini, kami sekelompok wartawan yang menjunjung tinggi kebebasan pers dan nilai-nilai syariat Islam, merasa perlu membentuk sebuah lembaga buffer aksi, untuk mendukung kebebasan berbicara dan berekspresi sesuai tuntunan Syariat Islam. Untuk sementara ini, kami sepakat memberikan wadah ini dengan nama "Kaukus Wartawan Pembela Syariat Islam."

“Kami mengajak rekan-rekan wartawan di Aceh yang sepaham, untuk ikut bergabung dalam rangka mendukung penegakan hukum Allah di Tanah Serambi Mekkah ini.”

Pendaftaran bisa dilakukan dengan mengirimkan surat konfirmasi ke email
kaukuspers.islami@journalist.com, dengan menuliskan nama lengkap dan tempat media bekerja. Serta mencantumkan nomor HP untuk kami konfirmasikan lebih lanjut

Siapa Lagi di Indonesia Masih Berjiwa Nasionalis?

Mungkin nasionalisme hanya tinggal teriakan kosong. Nasionalisme sudah terkubur di dasar laut. Di dasar laut kehidupan modern, yang sudah sangat mengacu kepada kehidupan materialisme.

Bangsa Indonesia sudah menjadi sangat sekuler. Tidak ada lagi bau nasionalisme, khususnya dalam kehidupan bangsa ini. Idiom dan simbol nasionalisme sudah terkikis. Dari hari ke hari. Tak ada lagi yang tersisa.

Di zaman Bung Karno masih hidup, dia melarang musik "ngak-ngik-ngok", yang dinyanyikan oleh Koes Plus yang dianggap Barat, yang sangat merusak sendi-sendi nasionalisme. Bung Karno selalu diidentikkan sebagai seorang nasionalis. Soekarno menjadi pendiri PNI (Partai Nasionalis Indonesia).

Soekarno juga dianggap sebagai "bapak nasionalisme". Ideolog marhaenisme di Indonesia, yang merupakan ideologi sosialisme, komunisme, dan nasionalisme, kemudian diaduk-aduk menjadi marhaenisme (kerakyatan), yang kemudian lebih dekat dengan komunisme.

Memang, semua menjadi fakta sejarah, Soekarno bukan lagi menjadi seorang nasionalis, tetapi sudah menjadi tokoh "komunis", yang sumber ajaran berupa marhaenisme. Sekalipun, Bung Karno pernah melarang budaya "manikebu" (manifesto kebudayaan), yang dianggap bentuk penyusupan budaya Barat, ke dalam budaya nasional, yang sangat merusak.

Karena itu, Soekarno demi memurnikan nasionalisme, melarang budaya "manikebu" itu. Bahkan, Soekarno termasuk pernah juga melarang pemusik seperti Koes Plus, yang dianggap penyebar manikebu.

Namun, tentu yang paling pokok, hari ini, semua pemimpin yang mengaku sebagai nasionalis, sudah tidak ada lagi memililki jiwa dan rasa nasionalisme. Mereka berbicara di berbagai forum dan membuat pernyataan tentang nasionalisme, tetapi mereka tidak lagi memiliki jiwa nasionalis.

Rasa cinta terhadap tanah air, akhirnya hanya menjadi slogan kosong belaka. Sejatinya mereka yang sering berbicara tentang kepentingan nasional, mereka hanyalah para pengkhianat dan penjual negara dan bangsa.

Sejak awal kemerdekaan, bagaimana mereka yang disebut sebagai tokoh-tokoh nasional, hanya bisa bertekuk lutut dengan para penjajah, seperti mereka menerima berbagai perjanjian, yang akhirnya negara Indonesia, kemudian dikota hanya ada di Yogyakarta.

Masih lebih baik Kartosuwiryo, yang menolak perjanjian Renville dan bersikukuh menolak hijrah ke Yogyakarta, dan terus melawan Belanda. Kartosuwirjolah yang sebenarnya seorang tokoh yang sangat cinta terhadap tanah air. Meskipun, sesudah kemerdekaan Kartosuwirjo, ditangkap dan dihukum mati.

Ini semua karena para pemimpin Indonesia yang disebuat sebagai seorang nasionalis, bersedia berunding dengan penjajah, dan kemudian mereka menyerahkan Republik ini, dan hanya tinggal Yogyakarta, yang dipertahankannya.

Di Orde Baru dibawah Jenderal Soeharto, negara Indonesia lebih terpuruk lagi, di mana Soeharto, awal pemerintahan sudah memberikan upeti atau sesaji kepada Barat, di mana tambang emas PT Free Port, diserahkan kepada Mc Moran, yang kemudian mengeduk tambang emas, dan kemudian dibawa ke Amerika.

Namun, sejatinya yang diberikan oleh Soeharto itu, bukan hanya emas, tetapi wala' (loyalitas) Indonesia diserahkan kepada Amerika Serikat. Jika Indonesia pernah di jajah Belanda selama 350 tahun, maka di era Orde Baru, Indonesia memasuki abad penjajahan baru yaitu Amerika Serikat.

Amerika Serikat mengendalikan Indonesia dibelakang layar, dan menempatkan Jenderal Soeharto, sebagai "centeng", guna melanggengkan hegemoninya di Indonesia, sesuah berhasil menggulingkan Soekarno.

Di bawah Soeharto, faham nasionalisme yang merupakan jahiliyah yang sangat kuno itu, kemudian diganti dengan orientasi baru, yaitu kapitalisme. Jenderal Soeharto yang berkolaborasi dengan sejumlah teknokrat dari Berckeley, Widjojo Nitisasto dan temannya, berhasil mengubah situasi Indonesia, yang benar-benar menjadi bagian dari kepentingan Barat.

Di era Reformasi sekarang ini, Barat melalui Bank Dunia dan IMF, berhasil menguliti Indonesia, dan bahkan Barat berhasil melakukan "take over" secara silence (diam-diam), di mana dengan menukangi partai politik dan anggota perlemen, kemudian lahirlah undang-undang yang sangat liberal, yang menjamin semua kepentingan asing masuk ke dalam kedaulatan Indonesia.

Liberalisasi alias penjajahan baru yang dilakukan Barat, berhasil dengan sangat efektif. Melalui legislatif bersamaan dengan lahirnya sejumlah undang-undang yang sangat liberal, yang memungkinkan fihak asing mengambil alih semua asset negara, tanpa ada lagi restriksi (hambatan), karena semua telah dijamin oleh undang-undang yang dibuat oleh lembaga legislatif.

Jadi, penjajahan Barat itu terhadap kedaulatan Indonesia, yang terjadi sekarang ini, diberikan kekuatan hukum oleh legislatif. Tengok saja undang-undnag minyak, undang sumber daya air, undang-undang keuangan, dan sejumlah undang-undang lainnya, semuanya itu hanya memberikan jalan bagi pihak asing mencaplok asset negara, yang berarti bentuk penyerahan Republik kepada asing, yang dilindungi oleh undang-undang yang dibuat legislatif.

Orang berteriak adanya penguasaan asing terhadap sumber daya alam (SDA) Indonesia, tetapi fihak asing itu, sejatinya telah memiliki legitimasi adanya undang-undang yang disyahkan oleh wakil rakyat Indonesia. Jadi, apalagi masalahnya, yang sekarang diperdebatkan?

Di era SBY, begitu pula asset SDA diserahka kepada asing, seperti minyak di blok Cepu (Jawa Tengah), blok gas Mahakam, yang akan habis masa kontraknya tahun 2017, yang memiliki cadangan gas triliun kubik, tetapi sekarang akan diperpanjang lagi, dan ini sangat menguntungkan kepada fihak asing.

Padhaal, Pertamina sudah sangat mampu menelolanya, dan ini sangat menguntungkan bagi kepada kepentingna nasional Indonesia. Tetapi, mengapa blok Mahakam ini, kontraknya akan diperpanjang lagi dengan fihak asing?

Sekarang, barang-barang import masuk bagiakan air bah, tak ada lagi perlindungan terhadap industri dalam negeri. Apalagi, di zamannya Menteri Perdagangannya Mari Pangestu, mantan Direktur CSIS, semuanya barang dari Cina seperti air bah, dan tak ada lagi pembatasan, dan bahkan barang selundupan pun menjadi sangat marak. Benar-benar menjadi malapetaka. Terutama bagi industri dalam negeri.

Sekarang orang berbicara tentang nasionalisme dan identitas Indonesia, yang sekarang sudah habis tergerus oleh asing. Seperti diucapkan oleh anak Bung Karno, Megawati, di Mukernas di Surabaya, di mana cucunya, sudah ketagihan terhadap tokoh bintang film dan pemusik Barat, yaitu Justin Bieber.

Kalangan nasionalis dan nasrani lebih galau lagi, karena ideologi negara Pancasila, sudah ditinggalkan dan tidak laku lagi dikalangan muda.

Hasil survei di 5 perguruan tinggi negeri, 86 persen mahasiswa sudah tidak lagi mengenal Pancasila, dan menolak ideologi negara yang dibuat oleh Soekarno. Bukan hanya di Jakarta, sebuah media di Jakarta, menyebutkan sampai universitas di Lombk dan NTT pun, mahasiswa sudah tidak lagi mengenal Pancasila.

Pancasila yang menjadi ideologi kaum nasionalis itu, sekarang sudah ditinggalkan oleh kaum muda, dan sekarang diam-diam merasuk dikalangan muda, nilai-nilai Islam.

Maka, tak aneh sebuah media telivisi di Jakarta, yang dengan sangat ketus, mengatakan bahwa Rohis (Rohanis Islam) di sekolah-sekolah, sudah menjadi tempat pembibitan lahirnya teroris. Telivisi nasionali itu membuat fitnah dan insinuasi yang sangat kotor terhadap generasi Islam, yang ingin hidup secara Islami, dan kemudian dikaitkan dengan teroris.

Nasionalisme sebagai dokrin ideologi, sejatinya telah ditinggalkan oleh para penggagas dan ideolognya. Mengapa harus masih diperdebatkan tentang nilai-nilai nasionalisme yang sudah usang itu. Nasionalisme di tengah-tengah perubahan global, sudah tidak aktual lagi, terutama untuk memberikan solusi bagi kehidupan modern sekarang ini?

Tengoklah kepada Islam yang pernah dipraktekkan selama 14 abad, dan sangat faktual, konkrit, dan dicontohkan mulai generasinya salafus shalih, sampai hari ini. Berkutat dengan nasionalisme hanya akan gulung tikar, dan tidak lagi dapat memberikan apapun bagi kehidupan umat manusia modern. Wallalu'alam.

Menghidupkan Semangat Misionaris Katolik Menghadapi Islam

Berawal dari kekawatiran yang sangat mendalam dikalangan Gereja Katolik, ketika melihat kehidupan dan pertumbuhan Muslim di daratan Eropa, maka para Uskup menyerukan kepada seluruh Uksup di daratan Eropa menghidupkan semangat misionaris, yang belakangan menghadap semakin banyak para pemeluk Katolik pergi.

Memang pertumbuhan pemeluk Katolik di daratan Eropa terus merosot, dan semakin banyak kalangan muda, yang meninggalkan agama mereka. Mereka menjadi tidak lagi tertarik dengan agama Katolik, yang dimata mereka bukan saja tidak rasional, tetapi para Uskup dan Pastor, banyak melakukan praktek yang menyimpang.

Para Uskup sangat takut dengan kecenderungan pengikut Katolik di sejumlah negara, terutama di Italia, Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, Inggris, dan sejumlah negara di kawasan Skandinavia, jumlah pemeluk Katolik, terus menurun, dan mereka semakin apatis terhadap gereja.

Sudah sangat jarang para pemeluk Katolik, yang terikat dengan gereja. Kebaktian di hari Minggu, seperti di Itali, sudah tidak lagi menarik. Anak-anak muda lebih suka menonton bola, atau pergi klub-klub anak-anak muda, yang menyelenggarakan acara yang sifatnya hiburan. Semangat ke gereja sudah tidak lagi menjadi bagian yang penting bagi kalangan remaja di daratan Eropa. Agama Katolik sudah tidak lagi mereka minati.

Sebaliknya, kalangan Uskup semakin kawatir dengan pertumbuhan Muslim di daratan Eropa, yang terus meningkat seperti grafik yang meningkat. Pemeluk Islam bukan hanya dari kalangan imigran Afrika atau Timur Tengah, tetapi penduduk asli Eropa, tiap hari mereka masuk Islam.

Di Perancis setiap bulannya orang-orang Perancis, lebih 50 orang yang masuk ke dalam Islam. Bahkan, di bulan Agustus lalu, menurut data dari Islamic Center yang ada Paris, orang-orang Perancis yang masuk Islam, hampir mencapa 100 orang.

Karena itu, para Uskup di seluruh daratan Eropa bertemu selama tiga minggu untuk merencanakan strategi ke depan bagi Gereja yang jamaahnya terus berkurang, dan merasa para Uskup sangat prihatin pertumbuhan Muslim dan khawatir tentang minoritas Kristen di negara-negara Muslim, yang menurut komentar peserta pertemuan para Uksup seperti yang dirilis oleh Vatikan.

Memang, ketika berlangsung dalam pertemuan itu, Islam hampir tidak disebutkan dalam dokumen pertemuan Sinode Evangelisasi Baru yang di Roma yang dihadiri lebih 262 Uskup dari seluruh dunia termasuk dari daratan Eropa, dan pertemuan itu berlangsung dengan sangat tertutup. Tidak wartawan yang diizinkan meliput acara pertemuan para Uskup itu.

Tetapi, salah satu perserta pertemuan yang hadir dalam pertemuan itu, menyebutkan bahwa pertemuan itu, mengatakan para Uskup banyak mendiskusikan masa depan agama Katolik, yang semakin banyak ditinggalkan para jemaahnya, dan sebaliknya pertumbuhan Muslim di daratan Eropa, termasuk di berbagai belahan dunia lainnya, terus meningkat.

Salah seorang Uskup, bahkan menyebutkan sebagai ancaman "Muslim" terhadap Eropa, karena melihat trend yang terus meningkat data jumlah pemeluk Islam didaratan Eropa dan belahan dunia lainnya, terutama di negara-negara yang mayoritas penduduk beragama Katolik dan Proteskan.

"Tidaklah mengherankan bahwa Islam telah menjadi agendan penting dalam pertemuan Uksup ini," kata Uskup Prancis Uskup Paul Desfarges, yang mengepalai keuskupan Constantine di Aljazair, ungkap wartawan di Roma minggu ini. "Ini adalah masalah yang sangat pokok menyangkut Eropa."

Kristen, dengan sekitar 2 miliar pengikut, merupakan agama terbesar di dunia dan separuh lebih merupakan pengikut Katolik. Jadi separuh pengikut Kristen, dan kondisinya sekarang ini terus merosot, khususna di negara-negara maju, seakan mereka sudah tidak butuh lagi terhadap agama Kristen maupun Katolik.

Situasi ini terus menimpa kehidupan umat Kristen dan Katolik di Eropa, ditambah situasi krisis ekonomi, yang langsung berdampak terhadap mereka, seperti yang dialami oleh Yunani yang sekarang ini menghadapi gulung tikar. Sedangkan gereja tidak mampu berbuat apa-apa menghadapi situasi krisis.

Para Uskup mempunyai perkiraan pertumbuhan umat Islam, yang trendnya terus meningkat di daratan Eropa, yang sekarang jumlah sudah mencapai hampir 30 juta di seluruh daratan Eropa. Sementara itu, jumlah umat Islam di seluruh dunia mencapai 1,4 miliar, dan empat-perlima dari mereka di luar dunia Arab, tumbuh dalam jumlah yang jauh lebih cepat daripada Kristen, yang jumlahnya menyusut di jantung Eropa.

"Kita perlu analisis yang jauh lebih berkembang dan diskusi tentang konsekuensi dari kehadiran Islam di dunia Barat," kata Sydney Kardinal George.
Beberapa revolusi di dunia "Arab" telah menyebar di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah telah mendorong Islam ke panggung politik. Ini menjadi ancaman yang sangat riil, seperti yang terjadi Mesir, dan Tunisia.

Bahkan, jauh sebelum revolusi "Arab", di Irak, Jordania, Suriah, dan Lebanon, sudah banyak para pengikut Katolik dan Kristen yang melakukan eksodus ke luar negeri, terutama ke Eropa dan Amerika. Mereka merasa masa depan mereka menjadi suram, dan tidak lagi memiliki tempat yang aman di dunia Islam, karena itu mereka lari ke negara-negara Barat. Inilah yang sangat memprihatinkan para Uskup yang sedang berkumpul di Vatikan.

Kyrillos William, Katolik Koptik uskup Assiut, melukiskan gambaran gamblang tentang situasi yang dihadapi minoritas Kristen Mesir yang besar - sekitar 10 persen dari populasi - sejak pergolakan Musim Semi Arab.

"Setiap hari sejak Ikhwanul Muslimin berkuasa, kita melihat langkah-langkah baru terhadap Islamisasi negara," katanya. "Kristen terus dianggap warga kelas dua dan banyak hak-hak mereka tidak diakui."

"Beberapa militan Islam menuntut bahwa kita meninggalkan negara," kata Uskup. "Kami telah mengatakan kepada mereka, " Tidak, ini adalah negara kami dan tempat tinggal kami". Memang, kebencian Muslim selama beratus tahun, para pengikut Katolik dan Kristen, menjadi alat penindas penjajah, dan melakukan kolaborasi dengan penjajah. Mereka ikut dalam pemerintahan yang menjajah penduduk pribumi. Ketika terjadi perubahan, kebencian terhadap orang Kristen dan Katolik, sudah tidak dapat ditahana lagi.

Di Afrika Barat, di mana Kristen dan Islam yang berlomba-lomba pengikut baru di antara para pengikut animisme, dan Uskup Katolik merasa memiliki kelemahan ganda. "Ekspansi yang cepat dari Islam dan terutama penyebaran fundamentalisme di Afrika Barat sangat mengkhawatirkan Gereja," kata Uskup Nicodeme Anani Barrigah-Benissan dari Togo.

"Ini hanya membutuhkan waktu satu hari untuk menjadi Muslim, tetapi tidak mungkin untuk meninggalkan agama ini nanti," katanya. Sebaliknya, ia menambahkan, dibutuhkan setidaknya tiga tahun belajar bagi orang dewasa untuk menjadi seorang Katolik, dan kemudian dibaptis, tetapi mereka tetap dapat meninggalkan Katolik dengan sesuka hati.

Patriark Gregory III Laham, kepala Uskup yang berbasis di Damaskus dari Melkite Yunani Gereja Katolik, berpendapat bahwa ajaran utama Islam - bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah nabi-Nya - lebih mudah bagi orang untuk memahami.

Tentu, tidak mudah bagi misi Kristen atau Katolik, yang berusaha keras memurtadkan mereka, karena agama Islam telah begitu merasuk dalam kehidupan penduduk Afrika. Uskup Desfarges melaporkan bahwa beberapa Muslim Aljazair telah murtad dan pinjdah ke Katolik. "Murid-murid baru kadang-kadang ditolak oleh keluarga mereka sendiri atau harus sangat berhati-hati," katanya.

Bechara Boutros Rai, seorang Uskup di Beirut dari Gereja Maronit yang memiliki hubungan dengan Vatikan, mengatakan bahwa "beberapa konversi rahasia oleh Muslim ke Kristen" di Lebanon.

"Evangelisation dipraktekkan di negara-negara Arab dengan cara yang tidak langsung," katanya, melalui jaringan luas sekolah Kristen, rumah sakit dan media penyiaran yang menyebarkan pesan Gereja tanpa secara eksplisit memberitakan hal itu.

Namun beberapa Uskup, terutama dari negara-negara di mana ketegangan antara Kristen dan Muslim tampaknya sangat buruk, melihat pertemuan kedua agama sebagai sebuah kesempatan untuk dialog, bukan sebagai alasan menghujat satu dengan lainnya.

"Meskipun kesan sering diberikan oleh media dunia, saya ingin menekankan bahwa orang Kristen di Nigeria diri mereka tidak berada di bawah penindasan secara besar-besaran oleh umat Islam," kata Uskup Agung Abuja John Olorunfemi Onaiyekan sinode.

Perdebatan Islam di konferensi berawal ketika Kardinal Peter Turkson, kepala Dewan Vatikan untuk Keadilan dan Perdamaian, yang memutara video menunjukkan bahwa Eropa dengan cepat yang dikuasai oleh umat Islam.

Kardinal Andre Vingt-Trois dari Perancis, mengatakan Muslim di Eropa, tidak akan terlalu lama lagi, Perancis akan menjadi negara Muslim, dan berpenduduk mayoritas Muslim. Ini sebagai konsekuensi logis, karena semakin banyak orang yang meninggalkan agama Kristen dan Katolik, dan sebagian diantara mereka kemudian memeluk Islam. Eropa sedang berubah menuju Islam, dan ini sangat logis. Wallahu'alam.

Amerika Serikat Mempersiapkan Perang Total Melawan Dunia Islam

Seperti dilansir oleh BBC, Jum'at lalu, akhirnya tokoh-tokoh militer Amerika Serikat membuka kedoknya sendiri. Di Akademi militer Sekolah Staf Gabungan Angkatan Bersenjata di Norfolk, Virginia, mereka sedang mempersiapkan pemimpin masa depan. Jenis pemimpin masa depan Amerika Serikat itu, yang akan melakukan perang total melawan 1,4 miliar Muslim diseluruh dunia.

Para pemimpin militer Amerika Serikat itu, tidak ada lagi terminologi dalam benak mereka yang disebut Islam moderat. Semua penganut Islam, dipandang oleh mereka sebagai ancaman bagi Amerika Serikat. Inilah pandangan para pemimpin militer dan politik di masa depan Amerika Serikat, yang sekarang ini dipersiapkan di Akademi Militer - Sekolah Staf Gabungan Angkatan Bersenjata di Norfolk, Virginia.

Ancaman masa depan bagi keamanan Amerika Serikat, bukan lagi kelompok-kelompok bersenjata, teroris, jihadis, dan kaum ekstrimis. Tetapi semua penganut atau pemeluk Islam dipandang sebagai ancaman, yang sangat membahayakan keamanan Amerika Serikat. Menghadapi ancaman ini, para pemimpin masa depan Amerika Serikat itu, bahkan dibolehkan meninggalkan konvensi Jenewa, di mana dibolehkan menyerang sasaran sipil. Tidak lagi dipedulikan.

Letnan Kolonel Mattew Dooley, salah satu tokoh militer, yang mengajar di Sekolah Staf Gabungan Angkatan Bersenjata di Norfolk itu, menggambarkan perang total, bahkan para pemimpin baru Amerika yang sedang dididik di Norfolk itu, disuguhi sebuah opsi menggunakan bom atom, yang akan digunakan memusnahkan kota-kota di negeri-negeri Muslim di seluruh dunia.

Mattew Dooley, tak kurang-kurang, begitu sangat luar biasa ketakutannya terhadap dunia Muslim, serta harus memusnahkan kota Maakkah dan Madinah, yang dipandang sebagai ‘episentrum’ (pusat) ancaman terhadap Amerika Serikat.

Makkah dan Madinah yang setiap tahun dikunjungi jutaan orang berkumpul, dan melaksanakan ibadah haji itu, harus direduksi (dihancurkan), agar tidak lagi menjadi tempat berkumpulnya Muslimin di seluruh dunia. Bahkan, Amerika Serikat akan menggunakan bom atom, seperti ketika Amerika Serikat menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II.

Betapapun, Saudi Arabia, pemerintahannya sudah tunduk dibawah pengaruh Amerika Serikat, tetapi para pemimpin militer Amerika Serikat, masih menempatkan posisi Arab Saudi, tetap menjadi sumber ancaman keamanan nasional Amerika. Arab Saudi yang disebut sebagai sumber lahirnya faham ‘Wahabi’ itu, dalam persepsi para pemimpin Amerika adalah ancaman yang sangat menakutkan.

Tidak ada pilihan lain, dibenak para pemimpin Amerika Serikat, yang sekarang sedang dipersiapkan di Sekolah Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika itu, kecuali menghancurkan secara total. Menghancurkan dengan menggunakan kekuatan nuklir. Inilah sebuah skenario masa depan yang sedang dipersiapkan terhadap dunia Islam oleh Amerika Serikat.

Para pemimpin masa depan Amerika Serikat itu, hanya melihat satu pilihan, yaitu menggunakan kekuatan militer, menghadapi kekuatan 1,4 miliar Muslim, yang menyebar di seluruh dunia. Amerika Serikat akan menggunakan kekuatan militer yang dimilikinya, mereduksi atau mengeliminasi (menghapus) ancaman secara total dari Muslim di seluruh dunia, yang dipandang sebagai ancaman masa depan Amerika Serikat.

Pandangan ini sudah lama, dan dimulai ketika Presiden George Bush, mendeklarasikan perang ‘war on terror’, usai peristiwa 11 September 2001, yang dimaksudkan permakluman perang terhadap dunia Islam. Kemudian, Amerika Serikat melakukan invasi (pendudukan) militer ke Afghanistan dan Irak. Perang dengan segala implikasinya yang melibatkan sekutu-kutunya.

Para pemimpin Amerika Serikat, banyak dipengaruhi kelompok ‘Neo-kon’ (Neo-konservatif), gabungan antara kelompok ‘hawk’ (elang), yang merupakan kumpulan tokoh garis keras dari Yahudi dan Kristen, yang telah mengumandangkan perang dingin sejak zamannya Soviet. Mereka inilah yang mendorong Bush melakukan invasi militer ke Afghanistan dan Irak.

Usai perang dingin menghadapi Soviet, mereka sekarang mengarahkan ancaman itu kepada dunia Islam. Islam dipandang sebagai ancaman baru bagi Amerika Serikat. Eskalasi perang terus berlangsung di seluruh dunia Islam. Di Asia, Timur Tengah, dan Afrika, yang melibatkan operasi milirter besar-besaran Amerika, hingga hari ini. Inilah warisan kelompok 'Neo-kon' yang terus berlangsung, dan terus mengemundangkan perang terhadap dunia Islam.

Generasi baru yang merupakan pembawa misi kelompok ‘Neo-kon’ itu, terus melanjutkan misi mereka. Mereka melakukan regenerasi, terutama ditubuh militer Amerika Serikat. Tokoh-tokoh baru dikalangan militer Amerika Serikat ini,diharapkan akan mewarisi kepemimpin masa depan Amerika Serikat, yang akan menghadapi ancaman masa depan, khususnya dari dunia Islam.

Letnan kolonel Mettaw Dooley telah mempersiapkan kepemimpinan baru di lingkungan militer Amerika Serikat yang akan membawa misi penyelamatan bagi masa depan Amerika Serikat dengan mengobarkan perang total melawan 1,4 miliar Muslim di seluruh dunia.

Nampaknya, para pemimpin militer Amerika Serikat tidak memiliki pilihan, kecuali harus melakukan perang total terhadap dunia Islam. Dalam persepsi para pemimpin Amerika Serikat, Islam dan Muslim tetap menjadi ancaman keamanan mereka. Mereka tidak ada lagi terminologi Islam moderat atau fundemantalis, semua Muslim dipandang sebagai ancaman.

Sikap dan persepsi para pemimpin baru Amerika Serikat ini, justru akan menciptakan situasi ketidakstabilan terhadap keamanan dunia. Amerika Serikat menciptakan perang dingin baru, persis seperti ketika Amerika Serikat menghadapi Soviet, yang dipandang menjadi ancaman keamanan global bagi Amerika Serikat.

Bersiap-siaplah kaum wahai Muslimin menghadapi ancaman baru para pemimpin militer Amerika Serikat, yang membuat skanerio perang global itu.

Inilah kesempatan meraih pahala sebesar-besarnya dari Allah Azza Wa Jalla, yaitu kemuliaan disisi-Nya, dan surga-Nya. Tak ada jalan lain, menghadapi ancaman Amerika Serikat itu, kecuali dihadapi dengan memohon pertolongan dari Allah Rabbul Alamin. Wallahu’alam

Hussein Peluk Islam karena Niat Tulus

Saat yakin tentang ajaran Islam, Hussein Abdulwaheed Amin tak ingin menjadi muslim karena hubungan asmara.

Tapi ia mengakui pernikahannya itu menjadi awal ketertarikannya terhadap Islam. Pada akhirnya, hubungannya gagal pada 2001.

Meski begitu, ketertarikannya terhadap Islam tidak goyah sedikit pun. "Saya menjadi muslim karena niatan tulus. Agama, Tuhan terlalu penting untuk dianggap remeh," kata seperti disitat Arabnews.com.

Ketulusannya itu mengubah pandangannya tentang Islam. Ia menyayangkan Islam dipandang sebagai agama penuh kebencian. Padahal, pandangan itu lahir dari kurangnya pemahaman terhadap ajaran Islam.

"Anda tahu, ekstrimis itu secara tidak langsung membuat masyarakat internasional memahami ajaran Islam," tegasnya mengakhiri.

Baca sebelumnya:

Hussein: Islam Puaskan Saya Secara Intelektual & Teologis

Hussein: Islam Mutlak Ajarkan Keesaan Tuhan
Redaktur: Karta Raharja Ucu
Reporter: Agung Sasongko
Sumber: Arabnews.com
4.894 reads
KAMPUS ENTREPRENEUR
Dari Sahl bin Sa'ad bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:"Manusia akan tetap dalam kebaikan slama mereka menyegerakan berbuka." (Muttafaq 'alaih)

Isi Komentar
Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
Terpopuler

HARI INI
MINGGU INI

Jokowi: Waktu Jadi Inspektur Upacara, Keliru Semuanya
8.886 views
Ratusan Taksi di London Promosikan Indonesia
5.901 views
Hussein Peluk Islam karena Niat Tulus
4.881 views
Jokowi akan Jadi Motivator?
4.488 views
Tiga Mortir Suriah Mendarat di Israel
3.570 views

NEWS IN PICTURE
In Picture: Tiga Pemain Naturalisasi Ikut Latihan Timnas In Picture: Usai Dihantam Badai Sandy, Kini Giliran Badai Nor'easter Menerjang Kota New York In Picture: Pertamina Ekspor Pelumas ke Swiss dan Afrika Selatan In Picture: Dua Kecamatan di Jakarta Utara Rawan Terserang DBD In Picture: SBY Buka Bali Democracy Forum 2012

In Picture: Pertamina Ekspor Pelumas ke Swiss dan Afrika Selatan

12345
Video Republika
Jokowi: Waktu Jadi Inspektur Upacara, Keliru Semuanya
Jokowi: Waktu Jadi Inspektur Upacara, Keliru Semuanya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Banyak nya pemimpin daerah atau calon pemimpin daerah dari berbagai instansi pemerintahan dari kalangan artis atau bukan seorang...
JK, Tentang Seorang Calon Pemimpin Daerah yang Ideal
Video:
JK, Tentang Seorang Calon Pemimpin Daerah yang Ideal
Nil Maizar Ungkap Persiapan dan Taktik Timnas Jelang Piala AFF
Video:
Nil Maizar Ungkap Persiapan dan Taktik Timnas Jelang Piala AFF
ROL
ABOUT US | TERM OF USE | PRIVACY POLICY | CAREER
© REPUBLIKA.co.id - All rights reserved
Facebook | Twitter
Close

Kematian dilukiskan bak antrian dalam wawancara sebuah pekerjaan

Hidup selalu menghadirkan dua sisi yang tidak dapat terelakkan, yaitu kebahagiaan dan kesedihan. Dua sisi itu Allah hadirkan sebagai bagian dari fase kehidupan.

Kesedihan yang terkadang membuat hidup tak nyaman, juga bahagia yang tak selalu menjadi kawan. Inti dari fase kehidupan itu adalah pendakian hidup yang senantiasa bermuara pada momen tak terbantahkan: kematian.

Kematian dilukiskan bak antrian dalam wawancara sebuah pekerjaan. Ia seolah hanya tinggal menunggu panggilan, sesuai urutan. Saat malaikat Zabaniyah datang tanpa undangan, jiwa dan raga pun tercabik, tertarik, tercekik, tiada kawan, hanya Tuhan sebagai sumber pertolongan.

“Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, pasti akan menemui kamu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui, yang ghaib dan yang nyata lalu dia berikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan,” (QS Al-Jumuah: 8)

Cerminan dahsyatnya kematian seharusnya menjadi bahan renungan untuk tiap insan. Betapa kita benar-benar putus harapan saat kematian ada di hadapan. Kekayaan, jabatan, pasangan hidup nan menawan, dan segala hasrat keduniawian sirna saat panggilan itu menimpa kita secara tiba-tiba.

Semua yang bernyawa akan merasakan mati, begitu firman Allah mengingatkan kita dalam QS Al-Ankabut ayat 57. Pun Rasulullah SAW. juga menghadapi kematian merasakan sakitnya sakaratul maut.

Kematian Rasulullah dilukiskan Aisyah dengan berkucurnya keringat dari dahi, leher dan sekujur tubuh beliau. Rasulullah pun bersabda pada Aisyah, “Hai Aisyah, sesungguhnya ruh orang mukmin itu keluar dengan keringat dan ruh orang kafir keluar dari kedua rahangnya seperti nyawa keledai,” dan detik-detik kematian, beliau bersabda, “Kerjakanlah shalat, kerjakanlah shalat!” (HR. Thabrani)

Rasulullah—sebagaimana kita tahu telah terjamin masuk surga—hingga pada puncak sakaratul mautnya, apakah Allah mengundurkan waktu barang sejenak untuk tidak memerintahkan Izrail mencabut nyawanya? Apakah Rasulullah tidak merasakan sakit sama sekali?

Tidak. Sebagai manusia biasa, Rasulullah merasakan sakitnya saat ruh keluar dari tiap-tiap urat syarafnya—di luar konteks derajat kenabian.

Mengutip dari Imam Ghazali, dalam “Dzikrul Maut Wa Maa Ba’dahu”, beliau melukiskan betapa Rasulullah merasakan kepedihan yang sangat, bahkan tampak rintihan dari beliau hingga warna kulit beliau berubah. Dahi beliau juga berkeringat, hingga tarikan dan embusan nafasnya mengguncangkan tulang rusuk kanan dan kiri beliau sehingga orang-orang yang menyaksikan beliau menangis—berjuang menahan rasa sakit.

Dahsyatnya sakaratul maut pun membuat beliau terus berdoa tiada henti, “Ya Allah, ringankanlah atasku sakaratul maut,” adapun doa yang lain dalam riwayat Ibn Abd Dunya, “Ya Allah, sungguh Engkau mengambil ruh di antara urat-urat dan anak-anak jari. Ya Allah, tolonglah aku atas kematian dan ringankanlah.”

Esensi dari dua doa tersebut ialah bahwa Rasulullah lebih mengetahui pedih dan sakitnya sakaratul maut yang dideskripsikan bahwa kematian itu sama dengan tiga ratus kali tebasan dengan pedang.

Jika Rasulullah Saw saja meminta rukhsah pada Allah, lalu, bagaimana dengan kita? Adakah persiapan maksimal untuk menuju ke alam keabadian? Kembali Imam Ghazali menuturkan bahwa mengingat kematian dapat mengikis nafsu-nafsu duniawi yang penuh tipu daya ini.

Sebaliknya, tamak kepada dunia dan mengambilnya berlebihan, dapat melemahkan iman, menyisihkan zikir dari lisan, meruntuhkan baiknya perbuatan, hingga lalai terhadap kematian. Na’udzubillah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang memiliki cukup perbekalan sehingga rindu akan kematian.

Said Nursi, Ulama dan Pemikir Agung dari Turki

Ia hanya ingin menyelamatkan iman dan Islam masyarakat Turki.

Selama tinggal di Kastamonu, usai dibebaskan dari penjara Eskisehir, Nursi melanjutkan penulisan Risalah Nur.

Pada periode ini, ia selalu berkoresponden dengan para muridnya secara rahasia. Surat-suratnya disalin dan disebarkan ke berbagai kampung, desa, dan kota-kota sekitar Kastamonu.

Aktivitas menyalin pun tumbuh dan berkembang. Di antara para murid yang aktif menyalin ini ada yang berhasil menyalin lebih dari seribu surat. Langkah tersebut akhirnya membuahkan enam ratus ribu eksemplar manuskrip Risalah Nur.

Pada tahun 1943, Nursi dikirim ke Denizli untuk dipenjarakan dengan tuduhan-tuduhan yang tak masuk akal. Ia dipenjara karena menulis Risalah Nur. Pengadilan membentuk tim ahli untuk meneliti Risalah Nur.

Hasilnya, mereka tidak menemukan unsur yang mengharuskan Nursi didakwa dengan tuduhan-tuduhan yang selama ini dialamatkan kepadanya.

Pada 15 Juni 1944, ia dikeluarkan dari penjara Denizli. Namun, Nursi diharuskan menempati sebuah rumah di Kecamatan Emirdag di Afyon. Ia tinggal di Emirdag sampai 1948.

Selama empat tahun, ia dikunjungi masyarakat dan muridnya. Ia berusaha menyebarkan Risalah Nur ke seluruh pelosok Turki melaui para pembacanya.

Pada 23 Januari 1948, polisi menggerebek dan menggeledah rumah Nursi. Ia bersama muridnya ditangkap dan dijebloskan ke dalam sel rutan Kota Afyon dengan alasan yang dibuat-buat dan penuh rekayasa.

Selama masa pengasingan dan penjara (1926-1950), halaqah, pengajiannya, tumbuh dan berkembang. Murid-muridnya pun aktif mempelajari Risalah Nur dan menyalin serta menyebarluaskannya ke seluruh penjuru Turki.

Ia telah berupaya untuk menyelamatkan iman di kalangan masyarakat Turki. Setelah 1950, Said Nursi memasuki periode Third Said. Ia sempat terkait dengan kemenangan Partai Demokrat pada 1950.

Tetapi, keterlibatan Nursi dalam bentuk dukungan dan bimbingan kepada Partai Demokrat digambarkannya sebagai ahwan as-syarr (yang paling sedikit keburukannya di antara yang buruk).

Said Nursi mendukung Partai Demokrat agar menghalangi Partai Rakyat Republik untuk tidak memerintah kembali. Pada periode ini, Said Nursi tinggal bersama murid-murid dekatnya untuk membimbing mereka dan mengajar metode dakwah Risalah Nur.

Setelah mengabdikan hidupnya untuk tetap menjaga agama Islam, Said Nursi meninggal dunia pada 1960. Akan tetapi, pemikiran dan ajarannya tetap berkembang dan diterima di seluruh penjuru dunia hingga sekarang.

Mencemari Lingkungan, Apa Hukumnya

Dalam Islam, tindakan mencemari lingkungan termasuk perbuatan kriminal.

Pencemaran dan perusakan lingkungan di Indonesia kian memprihatinkan. Dari tahun ke tahun tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan semakin meluas.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai kerusakan lingkungan hidup semakin masif dan kompleks baik di pedesaan dan perkotaan.

Semakin memburuknya kondisi lingkungan hidup secara terbuka diyakini dapat memengaruhi dinamika sosial politik dan sosial ekonomi masyarakat baik di tingkat komunitas, regional, maupun nasional.

Pada akhirnya, krisis lingkungan hidup secara langsung mengancam kenyamanan dan meningkatkan kerentanan kehidupan setiap warga negara. Lalu bagaimana Islam memandang tindakan mencemari lingkungan? Apa hukumnya mencemari lingkungan?

Selama ini, ada kritik yang dilontarkan sebagian pihak bahwa ulama di Tanah Air belum pernah mengeluarkan fatwa tentang hukum mencemari dan merusak lingkungan. Ulama di Tanah Air di nilai sebagian kalangan cenderung menetapkan fatwa yang dinilai kurang penting.

Anggapan itu sangat tak beralasan. Sebab, para ulama Nahdlatul Ulama (NU) telah menetapkan fatwa terkait masalah penyelamatan lingkungan hidup. Dalam Muktamar Ke-29 NU di Cipasung, Tasikmalaya pada 1994, para ulama telah membuat fatwa tentang mencemarkan lingkungan.

Fatwa itu ditetapkan ulama NU berawal dari kebijakan industrialisasi yang ternyata berdampak pada rusaknya lingkungan. Saat ini, masih ada pelaku industri yang masih nakal dengan membuah limbah industri secara langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Akibatnya, lingkungan sekitar seperti sungai, tanah dan udara menjadi rusak dan kotor.

Tak hanya industri, limbah domestik yang dibuang secara sembarangan oleh masyarakat pun berdampak pada rusaknya lingkungan. Lalu Bagaimana hukum mencemarkan lingkungan?

Ulama NU bersepakat bahwa hukum mencemarkan lingkungan baik udara, air, maupun tanah, apabila menimbulkan kerusakan, maka hukumnya haram. “Tindakan seperti itu juga termasuk perbuatan kriminal (jinayat),” begitu bunyi fatwa tersebut.

Hukum Pernikahan Beda Agama

Muhammadiyah menetapkan hukum beda agama tidak sah.

Ulama Muhammadiyah menyatakan kawin beda agama juga dilarang dalam agama Nasrani.

Dalam perjanjian alam kitab ulangan 7 : 3, umat Nasrani juga dilarang untuk menikah dengan yang berbeda agama.

''Dalam UU No 1 tahun 1974 pasal 2 ayat 1 juga disebutkan bahwa: ''Pernikahan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.''

''Jadi, kriteria sahnya perkawinan adalah hukum masing-masing agama yang dianut oleh kedua mempelai,'' papar ulama Muhammadiyah dalam fatwanya.

Ulama Muhammadiyah menilai pernikahan beda agama yang dicatatkan di kantor catatan sipil tetap tak sah nikahnya secara Islam. Hal itu dinilai sebagai sebuah perjanjian yang bersifat administratif.

Muhammadiyah memang mengakui adanya perbedaan pendapat tentang bolehnya pria Muslim menikahi wanita non-Muslim berdasarkan surat al-Maidah ayat 5.

''Namun, hendaknya pula dilihat surat Ali Imran ayat 113, sehingga dapat direnungkan ahli kitab yang bagaimana yang dapat dinikahi laki-laki Muslim,'' tutur ulama Muhammadiyah.

Dalam banyak hal, kata ulama Muhammadiyah, pernikahan wanita ahli kitab dengan pria Muslim banyak membawa kemudharatan. ''Maka, pernikahan yang demikian juga dilarang.''

Abdullah ibnu Umar RA pun melarang pria Muslim menikahi wanita non-Muslim

Media Massa Belum Serius Beritakan Persoalan Haji

Persoalan haji belum menjadi perhatian serius media massa. Persoalan haji masih dianggap isu tahunan yang bakal selalu terjadi.

"Media massa tidak serius meilhat masalah haji di Indonesia," kata pengamat haji cum wartawan, Muhammad Subarkah dalam diskusi "Evaluasi Haji, Masalah Klasik yang Selalu Terulang," Kamis (8/11) di kompleks MPR/DPR, Senayan Jakarta.

Masalah haji tidak bisa dipandang remeh. Di dalamnya terdapat perputaran uang yang sangat besar. Subarkah mengatakan dana setoran haji jamaah Indonesia tahun ini mencapai Rp 40 triliun lebih. Angka ini jauh lebih besar ketimbang kasus-kasus megakorupsi yang terjadi di Indonesia.

"Dibandingkan kasus Hambalang, kasus haji ini lebih mengerikan," ujar wartawan senior Republika ini.

Subarkah menyatakan persoalan haji menjadi berlarut-larut karena kompleksitas persoalan yang melingkupinya. Selain miminimnya perhatian media massa, permasalahan haji juga menyangkut kesadaran jamaah.

Subarkah misalnya mencontohkan soal kesadaran kesehatan, banyak jamaah haji yang masih memiliki budaya "eman" membuang makanan. Mereka lebih memilih memakan makanan yang sudah lebih dari delapan jam ketimbang membuangnya. "Alhasil banyak jamaah terserang diare," katanya.

Selain itu masyarakat Indonesia belum bisa memisahkan antara urusan teknis dengan urusan ibadah. Para jamaah yang tertipu dan batal berangkat haji misalnya, tidak berani melaporkan penipuan yang mereka alami ke kepolisian karena khawati mendapat stigma negatif dari masyarakat.

Mereka misalnya takut dibilang uang haji yang digunakan bersumber dari cara tidak hal. Subarkah mendesak pemerintah melalui Kementrian Agama memberikan edukasi kepada jamaah haji. "Para jamaah tidak cukup hanya diberi pengetahuan manasik, tapi juga soal budaya masyarakat Arab

Banyak faktor yang menyebabkan mereka belum optimal mengkaji Islam

Lembaga Muhtadin Al-Azhar membentuk paguyuban mualaf dengan dua sasaran; internal dan eksternal.

Secara internal mendidik, mengajarkan mualaf agar paham Islam yang sesungguhnya.

Sedangkan secara eksternal menanggulangi bahaya permurtadan atau godaan dari agama lain. Oleh karena itu, mereka jangan dibiarkan sendiri, harus dibimbing dan dibina terus keislamannya.

Dari sekian banyak para mualaf, sekitar 15 persen hingga 20 persen yang aktif di masjid. Banyak faktor yang menyebabkan mereka belum optimal mengkaji Islam. Motivasi dan waktu yang membuat mereka jarang berpartisipasi. Rentang usia sesama mualaf tidak sama sehingga sulit disatukan.

Padahal, Lembaga Muhtadin telah berupaya membuat kegiatan menarik bagi para mualaf. “Kita pernah sampai tiga kali mengundang Doktor Bilal Philip, mualaf dari Amerika yang mempunyai pusat studi Islam secara online.”

“Kita berharap, dia bisa memberi motivasi kepada para mualaf di Indonesia bahwa menjadi mualaf bisa sukses. Sayangnya, kegiatan ini pun belum direspons optimal para mualaf,” Ketua Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta, Dr Shobahussurur Syamsi.

Solusinya, Lembaga Muhtadin Al-Azhar mau tidak mau berupaya lebih aktif lagi mengundang para mualaf. Program pembinaan akan dikemas lebih variatif dan waktunya disesuaikan dengan kesibukan para mualaf.

Upaya lainnya, bersinergi dengan perkumpulan mualaf lainnya, seperti kegiatan yang digelar Masjid Agung Sunda Kelapa. Ke depan, Ketua Masjid Agung Al Azhar ini mengharapkan ada wakaf asrama bagi mualaf. Di tempat ini mereka secara intensif mendapat kajian ilmu tentang Islam.

Pembinaan dan asrama para mualaf ini merupakan kebutuhan yang harus segera direalisasikan. Karena sejak 2000-an, daya tarik Islam semakin luar biasa bagi para mualaf. Tidak hanya di Indonesia, di berbagai negara banyak

Motivasi adalah pohon yang Anda siram dengan kedisiplinan diri

Menjadi sukses adalah impian semua orang. Tentunya untuk itu diperlukan motivasi yang kuat untuk mengatasi tantangan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Anda bisa saja membaca ratusan buku atau pergi ke puluhan seminar untuk memperoleh suntikan motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Barangkali ini bertahan satu atau dua minggu dan setelah itu Anda merasa semuanya kembali menjadi biasa-biasa saja seperti kondisi yang lama. Pernahkah merasa begitu?

“Motivasi adalah pohon yang Anda siram dengan kedisiplinan diri” Bagaimana caranya supaya Anda tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Intinya motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang Anda rasakan melalui emosi yang muncul.

Komunikasi juga merupakan inti dari percakapan coaching dimana seorang coach perlu mampu mendengarkan, bertanya, dan menggali informasi dari kliennya dengan tujuan agar ide-ide baru muncul yang berguna bagi kemajuan si klien tersebut,

Lantas apa bedanya antara perasaan dan emosi?

Contohnya begini, jika Anda merasa bersalah maka emosi yang muncul bisa ketakutan dihakimi, ingin melarikan diri, dsb. Jika Anda merasa bahagia, emosinya bisa berupa keceriaan, kegembiraan, keinginan berbagi, dsb. Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri.

Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan Anda raih. Saya jamin Anda akan termotivasi untuk bekerja.
Selain itu ada beberapa tips yang ingin saya berikan agar Anda bisa termotivasi kapanpun dan dimanapun:

1. Selalu konsisten

Kemudahan timbul dari kebiasaan. Motivasi pun sama. Ia memerlukan kedisiplinan sehingga Anda terbiasa hidup dengan motivasi. Ada ungkapan bagus yang mengatakan, “Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan”. Saya anjurkan Anda untuk mempraktekkannya. Mulai dengan hal yang sederhana seperti tersenyum dihadapan cermin, mengatakan “Yes” sebelum bekerja, dan banyak lagi.

2. Bertanggung jawab

Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda.

3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bervisi sama

Kalau Anda mau menurunkan berat badan, pastikan Anda bersama teman-teman yang mempunyai tujuan sama. Kalau Anda ingin membangun bisnis, bertemanlah dengan orang-orang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis atau mereka yang mau memulai bisnis. Anda bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka. Akan sangat mudah untuk termotivasi ketika Anda memperoleh support. Apa yang Anda rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama.

4. Fokus pada proses, bukan tujuan

Ini yang sangat penting. Seringkali Anda turun mental ketika dihadapkan pada kesulitan mencapai tujuan. Fokuslah pada proses. Setiap proses memerlukan waktu. Entah cepat, entah lambat. Tujuan Anda sudah jelas, namun perjalanan menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses Anda terhindar dari

Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah

Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan kamu zuhud atau tidak cinta kepada dunia.(Rasulullah)
Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya.(Ibnu Attailllah as Sakandari)
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah, lalu penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintahNya, dan larikanlah dirimu dari laranganNya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu, setelah itu keluar, untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bgaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga.(Syekh Abdul Qodir al-Jaelani)
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajkan adalah akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia.(Nasirin)
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)
Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Sayidina Ali bin Abi Thalib)
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud)