Headlines News :
Home » , , , , , » Penghancuran Al-Aqsa Tak Digubris Dunia Islam!

Penghancuran Al-Aqsa Tak Digubris Dunia Islam!

Written By Unknown on Minggu, 11 November 2012 | 05.30

Warga Palestina menyuarakan ketakutan bahwa pekerjaan penggalian Israel yang masih berlanjut di bawah Haram al-Sharif (pemakaman suci) di Al-Quds (Yerussalem Timur terjajah) menciptakan sebuah bahaya yang "nyata dan segera" bagi Masjid Al-Aqsa, tempat tersuci ketiga Islam.

"Penggalian Israel dan yang masih berlanjut menggali tepat di bawah taman terbuka Haram al Sharif telah menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki bagi stabilitas dari fondasi Masjid Al-Aqsa," Sheikh Raed Salah, pemimpin dari gerakan Islam, mengatakan.

Salah, yang dengan teliti telah memantau penggalian Israel di Kota Tua Al-Quds selama lebih dari 25 tahun, mengatakan Israel tidak memberikan perhatian pada protes-protes oleh negara-negara Arab dan Muslim atas resiko dari sikap penggaliannya bagi tempat-tempat suci Islam.

Beberapa tahun ini, pemerintahan Israel, bekerja sama dengan kelompok imigran kuat, memulai penggalian jaringan perpanjangan terowongan melewati Kota Tua.

Israel menggambarkan terowongan tersebut sebagai "proyek wisata" yang tidak mengajukan ancaman bagi tempat-tempat suci Islam.

Bagaimana pun juga, warga Palestina dan beberapa organisasi Israel, termasuk Komite Israel Melawan Penghancuran Rumah (Israel Committee Against House Demolition), mempercayai bahwa tujuan pokok adalah untuk menciptakan akses rute rahasia untuk menyerang Al-Aqsa dan tempat-tempat suci Islam lain di daerah tersebut.

Tahun lalu, seorang pengacara Israel mewakili kelompok anti-imigran, Ir Amin, mengungkap bahwa imigran yang dibiayai pemerintah berusaha untuk mengeluarkan "Fakta-fakta yang tidak dapat diubah" sebagai bagian dari sebuah skema pengambilalihan.

"Saya tidak memiliki keraguan bahwa fondasi masjid Al-Aqsa telah menjadi sangat melemah karena terowongan-terowongan tersebut dan banyak penggalian lain," Sheikh Salah mempertahankan.

"Anda tidak harus menjadi arsitek yang hebat untuk menyadari hal ini. Kami telah melihat lubang-lubang dan retakan di semua daerah."

Sebuah bagian dari halaman masjid Al-Aqsa longsor pada tahun lalu sebagai sebuah hasil dari penggalian di bawahnya.

Keruntuhan tersebut terjadi di dekat air mancur Qaitbay di bagian barat dari masjid.

Lubang sedalam satu meter terlihat sebagai sebuah pertanda hal-hal buruk akan datang.

Sebuah sekolah di perkampungan Silwan juga sebagian runtuh karena penggalian Israel di daerah tersebut.

Menghancurkan Al-Aqsa

Sheikh Salah mengatakan ia benar-benar yakin bahwa Israel ingin menghancurkan Masjid Al-Aqsa.

"Mereka ingin melakukan hal ini dalam sebuah cara yang terlihat terjadi sebagai sebuah hasil dari sebab alam, seperti gempa bumi."

Salah mengatakan bahwa Israel memiliki sebuah "rencana yang sangat jahat" dan bertindak ketika Muslim masih hanya melihat dan memuaskan mereka dengan bantahan verbal.

"Reaksi verbal tidak akan menghentikan rancangan Israel terhadap tempat-tempat suci Israel, terutama Masjid Al-Aqsa," ia menekankan.

"Kami membutuhkan sebuah pendirian proaktif oleh orang-orang Muslim dan pemerintahan. Muslim harus mengirimkan sebuah pesan yang tak dapat diragukan kepada Israel dan pendukung-pendukungnya bahwa tempat-tempat suci Islam di Al-Quds merupakan garis merah."

Al-Aqsa merupakan kiblat (arah Muslim selam melakukan sholat) pertama Muslim dan masjid tersebut merupakan tempat tersuci ketiga setelah Kabah di Mekkah dan Masjid Nabi Muhammad di Madinah, Saudi Arabia.

Signifikansinya telah diperkuat oleh peristiwa Al Isra dan Al Miraj – malam perjalanan dari Mekkah ke Al-Quds dan kenaikan ke surga oleh Nabi Muhammad saw.

Pemimpin keagamaan Israel, termasuk anggota Knesset, tidak membuat rahasia dari skema mereka menyangkut Al-Aqsa.

The Temple Mount Faithful (Kuil Bukit Setia), sebuah kelompok fanatik ekstrimis, diabdikan kepada penghancuran Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu (Dome of the Rock).

The Temple Mount Institute, kelompok Yahudi ekstrimis yang lain, telah mempersiapkan detil rencana untuk membangun ulang dugaan Kuil Solomon di atas reruntuhan Al-Aqsa.

Kelompok tersbeut mempunyai sebuah bentuk dasar yang besar dari kuil tersebut, baju-baju khusus bagi rabbi-rabbinya, tempat-tempat khusus bagi korban persembahan, piala dupa, bejana tembaga untuk persembahan makanan, bejana perak untuk persembahan anggur kepada dewa dan perkakas persembahan yang lain.

Tidak ada Pernyataan yang Berlebih-lebihan

Dalam beberapa tahun ini, pendudukan otoritas Israel telah mengijinkan ekstrimis Yahudi untuk berdoa di dalam taman terbuka Haram al Sharif.

Para Pejabat Wakaf Muslim (sumbangan keagamaan) telah memperingatkan bahwa mengijinkan orang-oranng Yahudi untuk berdoa di Haram hanya bagian dari skema yang lebih besar untuk merebut tempat-tempat suci Islam.

"Saya pikir mereka ingin melindungi sebuah pijakan, dimana mereka kemudian akan menggunakannya untuk memeperkuat dan memperluas kehadiran Yahudi," Sheikh Muhammed Hussein, Kepala dari Dewan Mahkamah Agung Muslim yang mengawasi Haram al Sharif, mempertahankan.

"Inilah mengapa Muslim di seluruh dunia, orang-orang dan pemerintahan, harus memprotes dengan keras agresi kasar dan proaktif pada kesucian dari tempat-tempat suci Islam."

Sheikh Raed Salah, yang telah mendedikasikan dirinya sendiri untuk mengungkap skema Israel di Al-Quds, mengatakan bahwa Muslim seluruh dunia seharusnya menyadari bahwa peringatan-peringatan berulangnya bukanlah semata pernyataan yang berlebih-lebihan.

"Kapankah Muslim akan menyadari bahwa bahaya tersebut nyata? Ketika Masjid tersebut dihancurkan dan berita kehancurannya muncul di media bara?"

Ia memiliki satu pesan tegas kepada Muslim dan mereka yang peduli tentang Al-Quds dan Al-Aqsa.

"Hanya sebuah kebangkitan yang cepat dan murni oleh Arab dan Muslim yang dapat membantu, dan hal inilah apa yang sebenarnya kami usahakan untuk kami jalankan.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar